Balai Benih Udang Mata Targetkan Produksi 4 Juta Benur

  • 30 Mar 2026 15:08 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra, Sri Resqina R. Laydi, mengungkapkan bahwa Balai Benih Udang Mata memiliki potensi besar sebagai pusat produksi benur berkualitas.

Dalam satu siklus produksi, balai tersebut mampu menghasilkan hingga 1 juta benur, dengan total potensi mencapai 4 juta benur per tahun untuk wilayah Sulawesi Tenggara.

Sejauh ini, benur hasil produksi balai telah dimanfaatkan secara luas oleh para petambak di wilayah Konawe Selatan dan Kabupaten Bombana.

Estimasi produksi dari pemanfaatan benur tersebut mencapai 400 ton udang, yang diproyeksikan memberikan dampak ekonomi besar bagi para pelaku usaha.

“Jika diasumsikan harga udang Rp60.000 per kilogram, maka potensi omzet yang dihasilkan mencapai Rp24 miliar bagi pelaku usaha,” jelas Sri Resqina.

Selain dampak ekonomi bagi warga, keberadaan balai benih udang ini juga menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang strategis.

Pemerintah Provinsi Sultra menetapkan target PAD dari sektor pembenihan udang ini sebesar Rp125 juta untuk tahun anggaran 2026.

Di sisi lain, Balai Jasa Dok Perbengkelan turut berperan penting dalam mendukung operasional armada perikanan tangkap di wilayah perairan Sultra.

Fasilitas ini menyediakan layanan docking, perawatan, hingga perbaikan kapal dengan biaya yang sangat terjangkau bagi para nelayan lokal.

Pada tahun 2025, balai jasa dok tersebut berhasil menyumbangkan PAD sebesar Rp128 juta ke kas daerah Sulawesi Tenggara.

Melihat performa yang positif, target PAD untuk Balai Jasa Dok ditingkatkan secara signifikan menjadi Rp250 juta pada tahun 2026 ini.

Sri Resqina berharap adanya peningkatan kapasitas fasilitas dok, dari yang saat ini memiliki 2 rel menjadi 5 rel pendaratan kapal.

Perbaikan sarana dan prasarana penunjang lainnya juga menjadi prioritas guna mengoptimalkan pelayanan jasa perbengkelan kapal bagi nelayan.

Dengan penambahan fasilitas tersebut, potensi PAD dari sektor jasa dok diperkirakan dapat melonjak hingga angka Rp500 juta per tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....