Pengawasan Travel Umrah Kendari Diperketat Pemerintah

  • 24 Feb 2026 08:55 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pengawasan terhadap travel umrah di Kota Kendari menjadi perhatian serius menyusul sejumlah kasus yang sempat viral dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Pagi Pro 1 RRI Kendari, Selasa (24/2/2026) bersama Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari, H. Sunardin.

Dalam dialog tersebut disampaikan bahwa masih terdapat travel umrah yang beroperasi tanpa melaporkan aktivitas keberangkatan jemaah kepada kantor kementerian setempat. Kondisi ini menyulitkan proses pengawasan karena persoalan baru diketahui setelah muncul keluhan atau kasus yang viral di masyarakat.

H. Sunardin menegaskan, mekanisme pengawasan dilakukan melalui verifikasi perizinan, pemantauan laporan keberangkatan, serta koordinasi dengan penyelenggara travel resmi. Namun ia mengakui, keterbatasan pelaporan dari sebagian travel menjadi tantangan tersendiri, terlebih jumlah travel yang ada cukup banyak.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memastikan legalitas travel sebelum mendaftar. Pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi resmi yang disediakan pemerintah untuk mengetahui daftar Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang telah memiliki izin sah.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak mudah tergiur dengan penawaran paket umrah berbiaya murah yang tidak sesuai dengan standar estimasi biaya yang telah ditetapkan pemerintah. Harga yang terlalu rendah patut dicurigai karena berpotensi menimbulkan risiko penelantaran jemaah.

Dalam upaya pencegahan, Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kendari secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi, baik melalui media maupun dalam forum komunitas travel yang menghadirkan pihak kementerian sebagai narasumber. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya transparansi, kepatuhan regulasi, serta perlindungan jemaah.

Ke depan, pemerintah pusat juga tengah menggodok penguatan sistem pengawasan, termasuk integrasi data jemaah agar lebih terkontrol. Diharapkan, dengan sistem yang lebih tertib serta komitmen keterbukaan dari pihak travel, kasus serupa tidak kembali terjadi di Kota Kendari maupun Sulawesi Tenggara.

Sebagai penutup, masyarakat diimbau untuk lebih cermat, memastikan izin resmi travel, serta tidak mudah tergiur harga murah demi keamanan dan kelancaran ibadah umrah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....