Dinas Pertanian Kota Kendari Sukses Panen Jagung

  • 16 Okt 2024 20:40 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Dinas Pertanian Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses panen jagung.

Panen jagung yang dilakukan merupakan bagian dari program gerakan tanam dengan manfaatkan lahan kosong dan pekarangan berbasis kawasan (Gerak Tangkas) yang di kembangkan di kota Kendari.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan program tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini terbukti dan berhasil lagi untuk program Gerak Tangkas, saya masih ingat 2 bulan 10 hari lalu saya sendiri yang menanam di sini, luasnya sekitar 1 hektare, dan hari ini sudah bisa dipanen,” tutur Sahuriyanto, di sela sela panen jagung di kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Rabu (16/10/2024).

Sahuriyanto juga mengatakan Program program ini merupakan program berkelanjutan dinas Pertanian Kota Kendari menyediakan seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani, mulai dari alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, pupuk, hingga pendampingan pasca panen, termasuk pemasaran hasil panen.

“Insyaallah kita akan dampingi sampai titik itu,” ucapnya.

Dia juga mengatakan saat ini kota Kendari memiliki sekitar 75 hektare lahan kosong, setengah di antaranya sudah dikelola, selain jagung, komoditas lain yang dibudidayakan meliputi tomat, cabai, kacang, dan timun. Komoditas-komoditas ini dipilih berdasarkan pengaruhnya terhadap inflasi di Kota Kendari.

“Kami budidayakan komoditas yang mempengaruhi inflasi agar stok tersedia dan harga tetap stabil,” jelasnya.

Ia menambahkan hasil panen tidak hanya dikonsumsi oleh petani dan masyarakat, tetapi juga dipasarkan di beberapa tempat sudah menyediakan lapak untuk menjual hasil panen tersebut.

Di tempat terpisah Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, sangat mendukung program Gerak Tangkas yang diinisiasi Pemerintah Kota Kendari. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan kosong guna meningkatkan ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi di wilayah Kendari.

Untuk itu Muhammad Yusuf menekankan pentingnya memanfaatkan lahan yang tidak terpakai, seperti pekarangan rumah, untuk menanam berbagai komoditas pangan, selain jagung, masyarakat diharapkan dapat menanam sayuran seperti cabai, tomat, dan terong yang bisa membantu mereka memenuhi kebutuhan pangan sendiri tanpa harus ke pasar.

"Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Wali Kota Kendari Nomor 7 Tahun 2024, yang menegaskan pemanfaatan lahan kosong di seluruh kota," ujar Muhammad Yusuf.

Yusup percaya program ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun ketahanan pangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....