Kekeringan Mulai Berdampak, Petani Bungi Kota Baubau Didorong Optimalkan Air
- 08 Sep 2026 09:31 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Baubau - Sebagian areal persawahan di Kecamatan Bungi, Kota Baubau, mulai terdampak kekeringan akibat berkurangnya pasokan air irigasi saat puncak musim kemarau.
Kondisi tersebut diketahui setelah BPBD bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau melakukan kaji cepat di sejumlah areal persawahan terdampak, Sabtu, 5 September 2026.
Plt Kalaks BPBD Kota Baubau Dr Moh Tasdik mengatakan hasil pemantauan menunjukkan pasokan air irigasi berkurang dan menyebabkan sebagian petak sawah, terutama di wilayah hilir, mulai mengalami tanah merekah, meski dampaknya belum merata.
| Baca juga: Perubahan Cuaca Picu Kenaikan Harga Pangan |
“Kami tidak ingin bekerja hanya di atas laporan. Sebaran titiknya, luas lahan, dan kondisinya harus kami lihat langsung. Data rinci ini menjadi dasar rekomendasi kepada Wali Kota,” ujar Tasdik.
Untuk penanganan jangka pendek, pemerintah mendorong pengaturan distribusi air secara bergilir hingga menjangkau petak sawah terjauh, serta menyiapkan dukungan pompanisasi melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi yang akan menyalurkan subsidi BBM solar untuk mesin alkon.
Pendampingan juga dilakukan melalui pengawasan intensif penyuluh pertanian, sementara kebutuhan pipanisasi dan perbaikan jaringan irigasi tersier akan dicatat sebagai prioritas untuk ditindaklanjuti melalui perencanaan daerah oleh Dinas Pertanian.
| Baca juga: Fluktuasi Harga Pangan akibat Cuaca |
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau Ibnu Wahid mengatakan dampak kekeringan yang terjadi saat ini masih berada pada kategori ringan hingga sedang, sehingga selain mengoptimalkan ketersediaan air, petani didorong memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk mengantisipasi risiko gagal panen.
“Dampaknya saat ini masih didominasi kategori ringan hingga sedang, sehingga selain optimalisasi air, kami mendorong petani memanfaatkan AUTP sebagai langkah antisipasi terhadap risiko gagal panen,” kata Ibnu Wahid.
Pemerintah Kota Baubau mengimbau masyarakat tetap mewaspadai dampak puncak musim kemarau yang diprakirakan berlangsung hingga Oktober 2026, terutama potensi kekeringan, kekurangan air bersih, dan kebakaran lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....