Gagal Podium di Spanyol, Leclerc Tetap Bela Strategi Balapan Ferrari
- 17 Sep 2026 13:54 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Hasil mengecewakan yang diraih Ferrari pada seri Formula 1 di lintasan Madring tak lantas membuat Charles Leclerc menyalahkan taktik timnya. Pebalap asal Monako tersebut menegaskan bahwa keputusan strategi yang diterapkan Scuderia Ferrari sudah sepenuhnya benar, meskipun ia harus puas finis di luar posisi tiga besar. Dalam balapan berdurasi 57 lap tersebut, Leclerc sempat memimpin jalannya lomba hingga 32 putaran berkat penerapan strategi yang berbeda dari para pesaingnya. Ferrari sengaja membiarkan sang pebalap bertahan lebih lama di lintasan dengan harapan adanya insiden yang memicu keluarnya Safety Car jelang lap-lap akhir, yang diharapkan mampu membuka peluang podium.

Namun, skenario ideal yang diharapkan pabrikan asal Italia itu tidak kunjung terwujud hingga mendekati akhir balapan. Di saat yang sama, ancaman nyata datang dari George Russell yang terus memangkas jarak kecepatan hingga mengancam posisi Leclerc. Situasi ini memaksa manajemen Ferrari mengambil tindakan tegas dengan memanggil Leclerc masuk ke pit pada putaran ke-48 untuk melakukan penggantian ban. Setelah kembali ke lintasan, Leclerc tidak mampu mengejar ketertinggalan dan akhirnya menyentuh garis finis di peringkat keempat.

Menanggapi hasil tersebut, Leclerc menyatakan tidak menyesali pendekatan taktis yang dipilih oleh timnya. Ia menjelaskan bahwa penggunaan skenario konvensional dengan kombinasi ban lunak dan keras dipastikan akan menghasilkan posisi finis yang sama, yakni tempat keempat. Oleh karena itu, memilih strategi sebaliknya sambil mengandalkan momentum keberuntungan Safety Car di fase akhir merupakan satu-satunya spekulasi yang masuk akal untuk mengincar podium. Sang pebalap mengakui bahwa faktor keberuntungan kali ini memang sedang tidak memihak mereka.

Nasib kurang beruntung Ferrari pada akhir pekan tersebut semakin diperparah oleh musibah yang menimpa rekan satu timnya, Lewis Hamilton. Pebalap asal Inggris itu terpaksa mengakhiri balapan lebih awal pada putaran ketujuh akibat gangguan pada sistem pengereman mobilnya. Padahal, kedua pebalap Ferrari sebenarnya mengawali balapan dari posisi yang cukup potensial, yaitu urutan keempat dan kelima, setelah mencatatkan waktu Kualifikasi yang hanya selisih tipis di bawah dua persepuluh detik dari pemegang pole position, Lando Norris. Meski demikian, kekandasan tersebut mempertegas bahwasanya paket mobil Ferrari masih kekurangan kecepatan murni untuk bersaing di papan teratas sejak awal sesi.

Atas dasar evaluasi tersebut, Leclerc mengidentifikasi bahwa titik lemah utama Scuderia Ferrari saat ini terletak pada performa sesi Kualifikasi di hari Sabtu. Lemahnya catatan waktu saat kualifikasi dinilai menjadi penyebab utama kegagalan mereka memetik hasil maksimal pada balapan utama di hari Minggu. Masalah ini menjadi sangat krusial terutama saat berlaga di sirkuit-sirkuit karakter teknis yang minim area menyalip seperti Hungaroring, Zandvoort, maupun Madring. Leclerc menegaskan bahwa fokus perbaikan tim harus diprioritaskan pada peningkatan kecepatan satu putaran agar tidak selalu memulai balapan dalam posisi tertinggal dari para kompetitor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....