Leclerc Akui Performa Ferrari Kembali usai Menangi GP Inggris 2026
- 11 Jul 2026 10:40 WIB
- Kendari
Poin Utama
- Charles Leclerc memenangkan F1 Grand Prix Inggris Silverstone dengan performa dominan, mengakhiri paceklik kemenangan sejak GP Amerika Serikat 2024.
- Ferrari berhasil menemukan setelan mobil SF-26 yang tepat setelah menghadapi kesulitan di awal musim 2026, dengan perubahan positif dimulai dari fase Sprint dan kualifikasi.
- Kimi Antonelli dari Mercedes sempat menjadi ancaman serius di fase akhir balapan namun terganggu kerusakan teknis, diikuti munculnya Safety Car yang mengamankan kemenangan Leclerc.
RRI.CO.ID, Kendari - Charles Leclerc akhirnya mengakhiri paceklik kemenangan setelah tampil dominan pada F1 Grand Prix Inggris di Silverstone. Pembalap Ferrari itu sukses mengubah posisi start menjadi kemenangan pertamanya sejak GP Amerika Serikat 2024 sekaligus menandai kebangkitannya setelah menjalani awal musim 2026 yang penuh kesulitan. Leclerc mengaku keberhasilan tersebut tidak hanya menghadirkan tambahan poin penting, tetapi juga mengembalikan kepercayaan dirinya terhadap performa SF-26 yang dalam beberapa balapan terakhir terasa sulit dikendalikan.

Balapan sepanjang 52 putaran berlangsung sesuai rencana Ferrari. Leclerc langsung merebut posisi terdepan dari polesitter Kimi Antonelli selepas start dan mampu menjaga ritme balapan dengan sangat baik. Meski sempat kehilangan pimpinan lomba ketika menjalani pit stop tunggal, strategi Ferrari berjalan efektif karena Leclerc kembali memimpin setelah Antonelli masuk pit beberapa lap kemudian. Memasuki stint terakhir, pembalap Mercedes tersebut sempat memangkas selisih waktu berkat kondisi ban yang lebih segar, namun gangguan teknis yang dialaminya membuat upaya mengejar kemenangan terhenti. Situasi itu kemudian diperkuat dengan munculnya Safety Car di penghujung lomba yang memastikan Leclerc melintasi garis finis sebagai pemenang.

Usai balapan, Leclerc mengaku hasil tersebut menjadi buah dari kerja keras seluruh tim Ferrari dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, sejak sesi Sprint hingga kualifikasi ia mulai merasakan perubahan positif pada karakter mobil, dan balapan hari Minggu menjadi pembuktian bahwa Ferrari akhirnya menemukan setelan yang mampu mengembalikan rasa percaya dirinya saat mengemudi. Ia menyebut sensasi mengendarai mobil kini telah kembali seperti yang diharapkan, sesuatu yang sebelumnya sempat hilang sepanjang awal musim.

Pembalap asal Monako itu juga mengakui keberuntungan sedikit berpihak kepadanya pada fase penutup balapan. Antonelli sempat menjadi ancaman serius karena terus memangkas jarak dengan keunggulan ban yang lebih baru. Leclerc bahkan merasa akan kesulitan mempertahankan posisi pertama apabila duel tersebut berlanjut hingga garis finis. Namun kerusakan yang dialami mobil Mercedes membuat tekanan tersebut mereda, sebelum Safety Car keluar beberapa lap kemudian.

Leclerc menjelaskan bahwa periode panjang di belakang Safety Car justru membuatnya sempat merasa cemas. Kecepatan rendah menyebabkan temperatur ban turun drastis sehingga restart akan menjadi situasi yang sangat berisiko. Ketika akhirnya balapan diakhiri tanpa restart, ia mengaku merasa lega karena bisa mengamankan kemenangan yang sudah lama dinantikan. Hasil di Silverstone sekaligus menjadi sinyal bahwa Ferrari mulai menemukan kembali performa kompetitifnya, sementara Leclerc berharap momentum tersebut dapat terus berlanjut pada seri-seri berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....