Kue Tuli-Tuli, Kuliner Khas Pulau Buton
- 08 Jun 2026 11:33 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Buton Tengah - Jika berkunjung ke wilayah Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya di daerah pesisir seperti Talaga Raya, ada satu aroma gurih yang sulit untuk dilewatkan. Adalah Tuli-Tuli, gorengan khas berbentuk unik menyerupai angka delapan yang kini semakin populer sebagai kudapan wajib bagi wisatawan maupun warga lokal.
Tuli-Tuli bukan sekadar gorengan biasa. Penganan ini terbuat dari parutan singkong yang telah diperas airnya, kemudian dicampur dengan bumbu sederhana namun kaya rasa, seperti bawang putih dan garam.
Keunikan utamanya terletak pada teksturnya, renyah di luar namun tetap memiliki kekenyalan khas singkong di bagian dalam. "Tuli-tuli adalah teman terbaik untuk menikmati kopi di sore hari. Bentuknya yang melingkar seperti angka delapan memudahkan kita untuk memegangnya saat dicocol ke sambal," ujar Aisya, salah satu pedagang kuliner tradisional.
Di Buton Tengah, Tuli-Tuli biasanya disajikan dengan sebotol sambal cair yang pedas dan asam, memberikan kombinasi rasa yang meledak di mulut. Selain rasanya yang memikat, kudapan ini mencerminkan kearifan lokal masyarakat dalam mengolah singkong, komoditas utama daerah ini, menjadi berbagai variasi makanan yang bernilai ekonomi.
Seiring dengan meningkatnya promosi wisata di Kabupaten Buton Tengah, Tuli-Tuli kini tidak hanya ditemukan di pasar tradisional, tetapi juga mulai merambah ke acaraacara pemerintahan dan festival budaya sebagai hidangan penyambut tamu.
Bagi para pelancong yang sedang menjelajahi keindahan Pantai Tanjung Mutiara atau gua-gua eksotis di Buton Tengah, membawa pulang Tuli-Tuli dalam keadaan hangat adalah cara terbaik untuk melengkapi pengalaman perjalanan mereka di Negeri Seribu Gua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....