Kuliner Aci dan Ragam Olahan Populer di Masyarakat

  • 19 Jan 2026 08:39 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Aci dikenal sebagai bahan pangan berbasis pati singkong yang diolah menjadi tepung bertekstur kenyal. Bahan dasar ini kemudian dimanfaatkan masyarakat sebagai dasar berbagai sajian kuliner sederhana.

Kuliner berbahan aci telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat, khususnya di Jawa Barat. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang netral membuat aci mudah diterima lintas usia dan latar belakang.

Dalam praktik kuliner, aci digunakan karena sifatnya yang netral dan mudah dikombinasikan dengan bumbu. Pengolahannya pun relatif sederhana, baik melalui teknik digoreng, direbus, maupun dimasak berkuah.

Salah satu olahan aci yang paling dikenal adalah cireng atau aci goreng. Makanan ini umumnya disajikan dengan sambal rujak atau saus pedas manis sebagai pelengkap rasa.

Selain cireng, terdapat cilok atau aci dicolok yang direbus dan disantap bersama bumbu kacang atau saus cabai. Jajanan ini banyak dijumpai di lingkungan sekolah dan permukiman.

Variasi olahan aci lainnya berkembang dalam bentuk cimol, cilor, dan aci goreng isi. Ragam tersebut menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan yang sama menjadi sajian berbeda.

Aci juga dikenal luas melalui seblak, hidangan berkuah yang memanfaatkan kerupuk berbahan aci. Sajian ini kemudian berkembang menjadi makanan utama dengan tambahan sayur dan lauk pelengkap.

Perkembangan kuliner aci turut dipengaruhi oleh tren jajanan dan media sosial. Inovasi rasa, tingkat kepedasan, serta penyajian menjadi daya tarik bagi konsumen.

Keberadaan kuliner aci mencerminkan kebiasaan masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi makanan yang digemari. Ragam olahannya menunjukkan dinamika kuliner rakyat yang terus hidup dan beradaptasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....