Pengaruh Budaya Makanan Tradisional Terhadap Kasus Stunting

  • 14 Feb 2025 20:14 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Budaya makanan tradisional memiliki peran penting dalam menjaga gizi masyarakat, tetapi dalam beberapa kasus, kurangnya variasi dan pemahaman tentang nutrisi dapat berkontribusi pada masalah stunting. Menurut dr. Rina Wijaya, M.Gizi, ahli gizi dari Universitas Indonesia, banyak makanan tradisional Indonesia kaya akan nutrisi, tetapi di beberapa daerah masih kurang dalam aspek protein hewani dan zat besi yang penting untuk pertumbuhan anak.

“Sebagian besar makanan tradisional berbasis karbohidrat seperti nasi, jagung, atau singkong, tetapi rendah protein dan zat gizi mikro seperti zat besi dan zinc. Padahal, dua zat ini sangat penting untuk mencegah stunting,” ujarnya.

Dalam dialog bersama RRI pro4 , Nurmiati kordinator Tim kerja gizi KIA Dinkes kota Kendari, menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tetap mempertahankan budaya makanan tradisional, tetapi tetap dengan inovasi untuk meningkatkan kandungan gizinya.

Salah satu sekolah yang juga menjadi sekolah pertama yang merasakan manfaat dari program MBG adalah SD Pelangi Kendari. Kepala sekolah SD Pelangi Robertus Rupang.,S.Pd mengatakan bahwa program ini sangat bermanfaat karena anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan bervariasi setiap harinya dan anak anakpun merasakan kesetaraan. "karena menu makanannya sama untuk semua siswa , anak anakpun tidak perlu merasa ada perbedaan seperti ketika mereka bawa bekal kan beragam makanannya" ujarnya

“Kami juga bekerja sama dengan ahli gizi untuk menu yang tidak hanya berbasis makanan tradisional yang menyehatkan, tetapi juga seimbang"

Program ini juga tentunya sangat mendapat dukungan dari orang tua siswa, dan tidak lupa kami selalu mengingatkan kepada orangtua untuk lebih memperhatikan pola makan anak di rumah" ujarnya

Program makan bergizi gratis ini tentunya juga mendapat perhatian dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, yang berharap inisiatif serupa bisa terus diterapkan di lebih banyak sekolah di Indonesia. Pemerintah juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bahan makanan lokal yang kaya gizi, seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan, untuk mencegah stunting.

Dengan sinergi antara ahli gizi, sekolah, dan orang tua, diharapkan anak-anak Indonesia dapat tumbuh dengan sehat dan bebas dari stunting, tanpa meninggalkan kekayaan budaya makanan tradisional yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....