Melatih Fokus Anak, Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
- 27 Agt 2026 06:13 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kemampuan fokus pada anak berkembang secara bertahap dan dapat dilatih melalui aktivitas sehari-hari. Kementerian Kesehatan RI menyebut stimulasi melalui kegiatan bermain, interaksi dengan orang tua, serta lingkungan yang mendukung menjadi bagian penting dalam membantu perkembangan kemampuan anak, termasuk kemampuan kognitif dan konsentrasi. (Kementerian Kesehatan RI, 2024).
Lantas, apa saja kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu melatih fokus anak?
1. Ajak Anak Bermain
Puzzle, menggambar, menyusun balok, atau permainan mencari perbedaan bisa menjadi pilihan. Selain menyenangkan, permainan tersebut membuat anak belajar memperhatikan dan menyelesaikan suatu aktivitas.
2. Kurangi Gangguan
Ketika anak sedang membaca atau mengerjakan tugas, ciptakan suasana yang lebih tenang. Televisi, suara yang terlalu ramai, maupun gawai yang tidak diperlukan sebaiknya dikurangi agar perhatian anak tidak mudah teralihkan.
3. Biasakan Satu Aktivitas
Tidak perlu memberikan banyak kegiatan sekaligus. Ajak anak menyelesaikan satu aktivitas terlebih dahulu sebelum berpindah ke kegiatan lainnya.
4. Berikan Waktu untuk Bergerak
Anak juga membutuhkan waktu untuk bermain dan melakukan aktivitas fisik. Fokus tidak berarti anak harus terus duduk dan belajar sepanjang waktu.
5. Mulai dari Durasi Pendek
Jangan langsung menuntut anak untuk berkonsentrasi dalam waktu lama. Mulailah dari kegiatan singkat yang menarik bagi anak, kemudian durasinya dapat ditambah secara perlahan.
6. Dampingi dengan Sabar
Ketika perhatian anak mulai teralihkan, orang tua dapat mengingatkan dengan cara yang tenang. Hindari langsung memberikan label seperti malas atau tidak bisa diam.
7. Jadikan Kebiasaan
Melatih fokus tidak cukup dilakukan sekali atau dua kali. Rutinitas sederhana yang dilakukan secara konsisten akan membantu anak terbiasa memperhatikan dan menyelesaikan kegiatan.
Pada akhirnya, melatih fokus anak bukan tentang membuat mereka selalu duduk diam atau berkonsentrasi dalam waktu lama. Yang lebih penting adalah memberikan ruang bagi anak untuk belajar melalui permainan, bergerak, mencoba, dan menyelesaikan aktivitas dengan pendampingan yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....