Makan Mi Setiap Hari Berdampak Buruk bagi Kesehatan

  • 10 Mei 2026 16:20 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Rasa gurih mi instan memang sangat menggiurkan dan meningkatkan nafsu makan. Namun, adakah dampaknya pada kesehatan jika makan mi setiap hari? Ketahui apa efek makan mi instan terlalu sering dan aturan konsumsi yang sehat.

Mengonsumsi mi instan mungkin bisa jadi alternatif saat lapar karena mudah dimasak dan murah. Namun, mi instan sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari.

Sumber ini dikutip dari Hello sehat, , mi instan merupakan jenis makanan ultraproses yang memiliki kandungan lemak jenuh, pengawet, dan natrium yang tinggi.

Meski rasanya enak dan menggiurkan, Anda sebaiknya tidak makan mi setiap hari karena memiliki risiko berikut ini.

1. Kekurangan nutrisi

Mi instan sebenarnya mengandung karbohidrat tinggi, tapi kandungan serat, protein, vitamin, dan mineral di dalamnya tergolong sangat minim.

Makan mi instan setiap hari mungkin bisa membuat Anda kenyang.

Namun, secara tak langsung Anda jadi kekurangan nutrisi yang sangat penting untuk tubuh karena kandungan zat gizi makro dan mikro tidak seimbang.

Padahal, tubuh Anda memerlukan zat gizi makro lain, seperti protein dan lemak sehat sebagai sumber energi dan pembentukan massa otot.

Sementara zat gizi mikro diperlukan dalam jumlah sedikit untuk menjaga sistem kekebalan tubuh, perkembangan otak, dan memastikan fungsi organ bekerja dengan baik.

2. Memicu pertambahan berat badan

Sebagai makanan tidak sehat, mi instan memiliki jumlah kalori yang cukup tinggi karena kandungan karbohidrat dan natrium yang lebih dominan.

Menurut riset dalam American Journal Of Lifestyle Medicine (2018), sebanyak 71% masyarakat Amerika mengalami obesitas yang diakibatkan oleh konsumsi makanan olahan dan ultraproses.

Bahkan, riset tersebut juga menjelaskan bahwa konsmsi makanan olahan dan cepat saji lebih berisiko menyebabkan kematian daripada merokok.

Selain itu, mi instan tinggi akan kandungan lemak jenuh yang memberikan rasa enak dan bikin ketagihan.

Namun, kandungan lemak jenuh yang masuk ke dalam tubuh Anda dalam jumlah banyak inilah berkontribusi besar pada kenaikan berat badan.

3. Tekanan darah naik

Efek makan mi instan setiap hari juga berkaitan erat dengan masalah tekanan darah yang diakibatkan oleh kandungan natrium tinggi di dalamnya.

Menurut jurnal Nutrients (2017), makanan ultra proses ini menyumbang sekitar 80% asupan garam harian.

Ini belum termasuk asupan garam dari makanan lain, sehingga dapat membuat Anda berisiko mengonsumsi garam melebihi batas yang dianjurkan, yaitu sekitar 1 sendok teh per hari.

Bayangkan saja bagaimana akibat Anda makan mi instan tersebut setiap hari.

Padahal, asupan garam berlebih dapat meningkatkan tekanan darah yang mengarah pada penyakit kardiovaskular.

4. Menimbulkan masalah pencernaan

Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa mi instan dicerna lebih lama daripada makanan. Mi instan bahkan membutuhkan waktu 1 – 2 hari agar bisa tercerna dengan sempurna.

Akibat dimakan setiap hari, mi instan akan menumpuk karena semakin sulit dicerna.

Anda akan memperberat kerja sistem pencernaan dan lebih berisiko menimbulkan penyakit yang lebih serius seperti sembelit hingga usus bocor.

Selain itu, proses mencerna mi instan yang cukup lama ini juga dapat mengganggu penyerapan zat gizi lainnya pada tubuh.

Alhasil, Anda tak hanya bisa mengalami masalah pencernaan, tapi juga bisa terkena masalah malnutrisi.

Perlu Anda Ketahui

Kekurangan gizi dapat menyebabkan Anda lebih rentan terhadap risiko berat badan rendah maupun obesitas.

5. Memicu sindrom metabolik

Mengonsumsi mi instan setiap hari juga dapat menyebabkan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik adalah beberapa kondisi gangguan kesehatan yang terjadi bersamaan dan dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hingga stroke.

Ada penelitian yang menyebutkan konsumsi mi instan setidaknya 2 kali seminggu dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik sebesar 68 persen.

Ini artinya, Anda akan jauh lebih berisiko mengalami gangguan metabolisme lebih besar bila mengonsumsi mi setiap hari.

Aturan makan mi yang sehat

Begitu banyak efek samping mengonsumsi makanan ultraproses ini, bukan berarti Anda tidak boleh makan sama sekali.

Namun, untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan, sebaiknya Anda pahami aturan makan mi instan yang sehat berikut ini.

  • Batasi konsumsi mi instan, misalnya seminggu 1 kali.

  • Baca label kemasan makanan dan pilih mi instan yang kandungan natrium lebih kecil.

  • Tambahkan sayur dan sumber protein hewani.

  • Bila perlu, gunakan hanya sebagian bumbu dan kurangi porsinya.

Mengingat bahayanya, sebaiknya Anda menghindari makan mi instan setiap hari dan usahakan untuk mengutamakanan makanan bergizi seimbang.

Mie Soba Sehat atau Tidak? Simak Faktanya!

Mie soba adalah makanan khas Jepang yang terbuat dari buckwheat Jepang atau sejenis biji-bijian bernama latin Fagopyrum esculentum. Jenis biji tersebut bebas dari gluten dan tidak seperti gandum pada umumnya. Apa manfaat dari bahan pangan ini?

Mie soba aman atau tidak untuk kesehatan?

Mie soba merupakan mie yang terbuat dari tepung soba dan air. Namun, sekarang ini umumnya orang membuatnya dengan campuran terigu dan garam.

Bingung soal makanan sehat? Terima rencana makan & tips gizi harian yang mudah melalui WhatsApp Anda.

Bottom of Form

Mie jenis yang kedua tersebut biasanya dibuat dengan komposisi tepung soba 80% dan tepung terigu 20%, yang kerap disebut dengan hachiwari.

Saat ini, Anda bisa menemukan menu makanan di berbagai restoran di Indonesia. Pembuatannya sudah banyak dikreasikan, yang beberapa di antaranya bahkan mengandung lebih banyak tepung terigu daripada tepung soba seperti resep orisinal.

Variasi komposisi itulah yang menentukan aman atau tidaknya mie soba untuk kesehatan. Secara umum, mie jenis ini merupakan sumber karbohidrat.

Namun, jika mengonsumsi yang mengandung tinggi tepung terigu beserta kandungan garamnya, Anda harus lebih berhati-hati dan mengurangi jumlahnya.

Bukannya tidak boleh mengonsumsi tepung, tetapi tepung terigu memberi tambahan kalori pada mie Anda. Begitupun dengan natrium dalam garam yang jika terlalu banyak akan meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi).

Apa saja kandungan gizinya?

Sumber: Cooking NY Times

Karena mie jenis ini tersedia dalam banyak varian, sebaiknya cek label gizinya sebelum membeli salah satu jenis mie ini. Setiap merek memiliki komposisi berbeda-beda, tergantung apa saja bahan yang digunakan untuk membuat mie soba tersebut.

Agar lebih jelas, di bawah ini merupakan kandungan zat gizi mie dari tepung soba yang asli 100%.

  • Energi (kalori): 192 kalori

  • Protein: 8 gram

  • Karbohidrat: 42 gram

  • Serat: 3 gram

  • Lemak: 0 gram

Dilihat dari nilai gizinya, soba cocok untuk Anda yang sedang mengurangi jumlah lemak untuk cegah menaikkan berat badan. Protein di dalamnya termasuk tinggi dan diketahui mengandung asam amino jenis lisin yang lebih tinggi daripada gandum.

Maka itu, mie dari soba bisa jadi pilihan yang baik juga bagi para vegetarian untuk bantu memenuhi kebutuhan protein yang penting untuk tumbuh kembang sel, serta memperbaiki sel-sel seluruh tubuh yang rusak, dan juga membangun otot.

Selain itu, bagi orang yang mengalami intoleransi gluten, mie soba termasuk aman dikonsumsi sebab tidak mengandung gluten. Kecuali kalau Anda mengonsumsi mi soba yang mengandung tepung terigu.

Yang tidak kalah penting, soba merupakan sumber mineral mangan yang baik. Dengan mengonsumsi sekitar 1 cangkir mie ini dapat memenuhi 24% kebutuhan mangan pada wanita dewasa, dan 18% kebutuhan mangan pada pria dewasa.

Bahan pangan ini juga merupakan sumber vitamin B1 (tiamin) yang baik dalam tubuh. Vitamin B1 ini dibutuhkan untuk metabolisme energi dan mendukung pertumbuhan sel.

Soba juga memiliki efek antiradang sebab kadar senyawa flavonoid di dalamnya cukup tinggi. Dengan begitu, soba bisa membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dari peradangan.

Menurut penelitian, pada orang sehat maupun yang memiliki risiko penyakit jantung, mengonsumsi tepung soba 40 gram selama 12 minggu dapat menurunkan 19 mg/dl kolesterol total dan menurunkan 22 mg/dl trigliserida. Diketahui bahwa bahan pangan ini ini mengurangi penyerapan kolesterol.

Selain itu, bahan pangan ini memiliki nilai indeks glikemik yang rendah. Artinya, bahan pangan ini aman dikonsumsi bagi Anda yang memiliki penyakit diabetes. Soba tidak menyebakan lonjakan gula darah Anda secara tiba-tiba.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....