Begini Menjaga Ketenangan Hati Selama Menjalani Ibadah Puasa
- 20 Feb 2026 21:15 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Menjaga kesehatan mental dan ketenangan batin menjadi aspek yang tidak kalah penting dibandingkan kesehatan fisik selama menjalani ibadah di bulan Ramadan. Memasuki penghujung Februari 2026 ini, masyarakat diajak untuk lebih fokus pada refleksi diri guna meraih kedamaian pikiran yang dapat menunjang kualitas ibadah serta meningkatkan hubungan harmonis antar sesama anggota keluarga maupun lingkungan sosial.
Dikutip dari ulasan psikologi klinis dalam laman Hello Sehat (15 Februari 2026), membatasi paparan informasi negatif di media sosial adalah langkah awal menjaga kesehatan mental. Menurut psikolog klinis, Irma Gustiana (12 Februari 2026), asupan informasi yang berlebihan dan tidak akurat dapat memicu kecemasan yang berdampak pada penurunan imunitas tubuh, sehingga penting bagi individu untuk melakukan digital detox sejenak agar pikiran tetap fokus pada nilai-nilai spiritual yang positif.
| Baca juga: Kenapa Matahari Pagi Baik untuk Tubuh? |
Dilansir dari tips pengembangan diri Kompas Lifestyle (18 Februari 2026), praktik meditasi ringan atau berzikir setelah melaksanakan salat dapat membantu menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Religious Health (10 Februari 2026), aktivitas spiritual yang dilakukan secara konsisten mampu memberikan efek relaksasi pada sistem saraf, yang pada akhirnya membuat seseorang menjadi lebih sabar dan bijaksana dalam menghadapi tantangan aktivitas harian selama berpuasa.
Berdasarkan anjuran kesehatan dari Kemenkes RI (19 Februari 2026), menjaga komunikasi yang baik dengan orang terdekat juga merupakan bentuk terapi emosional yang sangat efektif. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa, dr. Celestinus Eigya Munthe (16 Februari 2026), menekankan bahwa saling berbagi cerita dan memberikan dukungan moral dapat memperkuat ketahanan mental masyarakat, terutama di tengah dinamika perubahan cuaca dan kesibukan menjelang akhir bulan yang biasanya meningkat.
Menurut pemuka agama dalam program siaran Mutiara Pagi KBRN Kendari (20 Februari 2026), ketenangan hati adalah kunci untuk meraih esensi sesungguhnya dari bulan Ramadan. Dengan memperbanyak rasa syukur dan mengurangi sifat mengeluh, setiap umat Muslim diharapkan mampu melewati sisa hari di bulan suci ini dengan perasaan yang lebih lapang, sehingga segala amal ibadah yang dikerjakan dapat memberikan dampak transformatif bagi kepribadian yang lebih baik di masa depan.
Meluangkan waktu untuk beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk duniawi akan membantu kita menemukan kembali ketenangan yang hilang. Semoga di penghujung Februari ini, kita semua senantiasa diberikan kekuatan batin dan kejernihan pikiran untuk terus melangkah maju dengan penuh optimisme dan rasa syukur yang mendalam menyambut hari-hari baru di bulan Maret mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....