Benarkah Larangan Minum Berdiri Terbukti Secara Ilmiah?
- 06 Jun 2026 17:58 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari — Sebuah unggahan di media sosial yang menyebut seorang dokter mualaf Amerika membenarkan larangan minum sambil berdiri sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW kembali menjadi perbincangan. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa minum sambil berdiri dapat menyebabkan gangguan pada lambung, ginjal, hingga sistem saraf, sedangkan minum sambil duduk dianggap lebih baik bagi tubuh.
Dalam ajaran Islam, terdapat hadis yang diriwayatkan Imam Muslim yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW melarang minum sambil berdiri. Namun, sejumlah riwayat lain juga menunjukkan bahwa Rasulullah SAW pernah minum sambil berdiri dalam kondisi tertentu. Karena itu, para ulama umumnya memahami bahwa minum sambil duduk lebih dianjurkan (sunnah), sementara minum sambil berdiri diperbolehkan apabila ada kebutuhan.
Dari sisi kesehatan, sejumlah pakar menyebut bahwa posisi duduk saat minum memang dapat memberikan kenyamanan lebih karena tubuh berada dalam keadaan rileks. Saat duduk, sistem pencernaan bekerja lebih tenang sehingga seseorang cenderung minum secara perlahan dan tidak terburu-buru.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang kuat bahwa minum sambil berdiri secara langsung menyebabkan kerusakan lambung, ginjal, atau gangguan kesehatan serius sebagaimana yang sering beredar di media sosial. Tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk mengatur aliran cairan yang masuk ke lambung, baik saat seseorang berdiri maupun duduk.
Para ahli kesehatan menegaskan bahwa faktor yang lebih penting adalah memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi, minum dengan cukup, dan tidak terburu-buru. Minum perlahan memungkinkan tubuh menyerap cairan dengan lebih nyaman dan mengurangi risiko tersedak.
Meski demikian, kebiasaan minum sambil duduk tetap memiliki nilai positif, baik dari sisi etika, ketenangan, maupun kenyamanan saat mengonsumsi air minum. Bagi umat Islam, anjuran tersebut juga menjadi bagian dari upaya meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Agama Islam Drs. La Karaema menjelaskan, ajaran Islam tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga mengajarkan adab dalam aktivitas sehari-hari, termasuk saat makan dan minum.
“Minum sambil duduk merupakan salah satu adab yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain mencerminkan kesopanan, kebiasaan ini mengajarkan ketenangan dan rasa syukur terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT,” ujarnya.
Menurutnya, terlepas dari perdebatan ilmiah yang berkembang, nilai utama dari sunnah tersebut adalah membentuk perilaku yang lebih tertib, santun, dan penuh kesadaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....