Mengenal Energi Inovasi Sipandu 5.0 sebagai Mesin Penggerak Hilirisasi Perikanan

  • 05 Sep 2026 22:20 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak hanya dikenal dengan surga nyata bawah lautnya, tetapi juga memiliki kelimpahan sumber daya laut yang sangat besar, meliputi potensi perikanan tangkap, budidaya, rumput laut, serta keanekaragaman hayati laut yang bernilai tinggi sebagai modal utama pembangunan ekonomi daerah.

Potensi itu mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan kurang lebih sebanyak 1.206 pelaku usaha pada tahun 2025 dan terus bertambah.

Agar nilai tambah dari sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, diperlukan peran aktif Pemerintah Daerah.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi melalui bidang Penguatan Daya Saing dan Pemasaran Hasil Perikanan (PDSPHP) menghadirkan sebuah sistem pelayanan berbasis digital yang mampu menjangkau masyarakat secara luas, efektif, dan efisien yang dikenal dengan Sistem Pelayanan Klinik Mutu Terpadu (SIPANDU 5.0) sejak tahun 2023 hingga sekarang.

Sipandu 5.0 merupakan Program Inovasi dari Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi, melalui Bidang PDSPHP.

Program itu diinisiasi oleh Hardin selaku Kepala Bidang PDSPHP Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi yang bertujuan untuk memberikan pelayanan terpadu dalam pengurusan legalitas, sertifikasi mutu, profil usaha, katalog dan promosi produk serta pendampingan (Slace Up) bagi pelaku usaha perikanan di daerah setempat.

Alumni Murdoch university Australia itu bermaksud untuk mendukung hilirisasi produk perikanan di Kabupaten Wakatobi. Sipandu 5.0 berkolaborasi dengan penyuluh perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Wakatobi, Anemo Wakatobi, Sanamisi Wakatobi, Gallery Bank Indonesia (BI) Kendari,

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Baubau, Beacukai Kendari, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Wakatobi dan potensi mitra lainnya.

Hardin menerangkan, tim Sipandu 5.0 memberikan layanan pendampingan kepada pelaku usaha perikanan melalui berbagai bentuk fasilitasi, meliputi pengurusan legalitas usaha, sertifikasi mutu produk, penyusunan profil pelaku usaha, pembuatan katalog produk, serta dukungan promosi dan pemasaran produk olahan hasil perikanan.

"Layanan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan mendorong pengembangan usaha secara berkelanjutan pada sektor ekonomi biru (Blue Economy)," terangnya di Wangiwangi Sabtu 5 September 2026.

Penerima manfaat dari inovasi SiPandu 5.0, kata Hardin, mencakup seluruh pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, serta kelompok usaha perikanan yang berada di Kabupaten Wakatobi

Hardin juga menyebutkan, saat ini telah dilakukan pelayanan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kusuka) kepada 750 pelaku usaha perikanan, Nomor Induk Berusaha (NIB) 80 Pelaku usaha dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) 82 varians produk, sertifikat Halal 49 produk, Sertifikat BPOM 10 Produk, Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) 10 Unit Pengolahan Ikan (UPI), pendampingan UPI potensi ekspor 6 UPI dan paket promosi 80 Produk.

"Semoga pelayanan terpadu ini meningkatkan daya saing dan daya beli produk perikanan Kabupaten Wakatobi," harapnya.

Diungkapkan Hardin, pelayanan Sipandu 5.0 dilaksanakan secara terpadu melalui pelayanan langsung dilokasi dan juga melalui platform digital yang dikelola oleh Bidang PDSPHP Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi.

"Masyarakat dapat mengakses Google Site Sipandu 5.0 untuk memilih jenis layanan yang dibutuhkan, mengisi data dan dokumen persyaratan yang diperlukan, kemudian petugas akan memproses permohonan sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku," katanya.

Di samping itu, lanjut Hardin, selain pelayanan berbasis digital, tim Sipandu 5.0 juga melakukan pendampingan secara langsung melalui kunjungan lapangan pada jenis layanan tertentu guna memperoleh data, melakukan verifikasi, serta memastikan kebutuhan pelaku usaha dapat terpenuhi secara optimal.

"Tahun 2026 ini Tim Sipandu melakukan penambahan inovasi yaitu Sipandu Voice 5.0 sebagai media interaktif dan promosi produk perikanan melalui platform digital," ujarnya.

Secara detail Hardin menjelaskan, Sipandu 5.0 juga hadir memberikan konstribusi nyata terhadap capaian

Sustainable Development Goals (SDGs) di Kabupaten Waktaobi yang meliputi SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) yakni meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan ekonomi nelayan. SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) yaitu memperkuat ketahanan pangan berbasis laut dan mereduksi food loss. SDGs 5 (Kesetaraan Gender) yakni memberdayakan Perempuan pesisir dalam diversifikasi produk, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) yaitu mempercepat legalitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), meningkatkan daya saing global, serta menghadirkan katalog digital yang modern, SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta 14 (Ekosistem Laut) yakni menjaga ekosistem laut melalui blue economy dan standarisasi mutu ramah lingkungan.

Hardin memaparkan, selain itu inovasi Sipandu 5.0 berkontribusi secara krusial dalam mewujudkan visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wakatobi Periode 2025-2029, yaitu Wakatobi menjadi Kabupaten Maritim yang Sentosa dan Berkelanjutan.

"Secara umum kontribusi Sipandu 5.0 terhadap visi dan misi Kabupaten Wakatobi yaitu berkontribusi pada percepatan ekonomi inklusif berbasis kerakyatan (Misi Ekonomi), menguatkan akselerasi akses pasar digital dan ekspor komoditas laut (misi konektivitas dan pemasaran), mampu mendorong transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik (misi birokrasi).

Hardin melanjutkan, hal tersebut juga dapat mendukung Wakatobi sebagai pusat ekonomi kelautan dengan mempercepat transisi ekonomi dari perikanan tradisional skala kecil menjadi sektor maritim berbasis ekspor yang berdaya saing global.

"Hal ini sesuai arahan Bupati Wakatobi Haliana selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) untuk terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat Kabupaten Wakatobi," ungkapnya.

Inovator SIPANDU 5.0 itu menuturkan, inovasi tersebut bukan sekedar sebuah media pelayanan, melainkan wujud komitmen Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi dalam menghadirkan pelayanan publik di daerah yang lebih dekat, mudah, cepat, dan terpercaya untuk mendukung program hilirisasi produk pangan laut (blue food) di Sultra.

"Mari bersama memanfaatkan SIPANDU 5.0 sebagai sarana memperoleh informasi dan pelayanan perikanan yang berkualitas. Karena pelayanan yang baik adalah pelayanan yang mampu menjangkau seluruh masyarakat," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....