RDK OJK September: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga
- 06 Okt 2026 09:29 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Jakarta - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 September 2026 menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah meningkatnya tekanan perekonomian global dan ketidakpastian geopolitik.
Pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2025, meski proyeksinya lebih baik dari perkiraan sebelumnya karena didukung peningkatan investasi dan perdagangan yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan artifisial atau AI.
Namun, keberlanjutan pertumbuhan global masih menghadapi risiko dari kenaikan inflasi akibat eskalasi konflik geopolitik yang berpotensi meningkatkan harga minyak serta fenomena very strong El Nino yang dapat mendorong kenaikan harga pangan dan komoditas pertanian.
Kenaikan inflasi global juga mendorong kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa dan Jepang.
Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah ke level tinggi, seiring kebutuhan pembiayaan pemerintah dan peningkatan penerbitan obligasi jangka panjang oleh perusahaan hyperscaler untuk mendukung investasi berbasis AI.
Kepala Direktorat Komunikasi Publik OJ0K Sekar Putih Djarot dalam siaran persnya mengatakan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan dukungan fundamental industri yang solid.
“Perkembangan positif perekonomian domestik didukung sektor keuangan yang terus kontributif terhadap pertumbuhan, sementara stabilitas sektor keuangan tetap terjaga dengan fundamental industri jasa keuangan yang solid,” kata Sekar.
Di dalam negeri, indikator perekonomian menunjukkan kondisi relatif stabil dengan inflasi yang masih berada dalam sasaran pemerintah.
Terjaganya inflasi turut mendukung permintaan domestik dan menjaga konsumsi masyarakat sehingga tetap menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Perkembangan tersebut juga tercermin dari peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh OECD untuk 2026 sebesar 0,5 persen, yang menunjukkan kepercayaan terhadap daya tahan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....