OJK Catat Pasar Modal Tetap Resilien ditengah Volatilitas Global

  • 06 Okt 2026 09:29 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Jakarta - Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan September 2026 mencatat pasar modal domestik tetap memiliki ketahanan dan likuiditas yang terjaga di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global.

Dalam hasil RDK tersebut, OJK mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir September berada di level 6.071,14 atau terkoreksi 6,96 persen secara bulanan dan 29,79 persen secara tahun berjalan.

Pergerakan pasar saham dipengaruhi meningkatnya volatilitas keuangan global yang dipicu eskalasi tensi geopolitik dan kenaikan suku bunga global.

Investor asing mencatat net sell di pasar saham sebesar Rp10,24 triliun pada September 2026, berbalik dari Agustus yang mencatat net buy Rp1,19 triliun.

Kepala Direktorat Komunikasi Publik OJK Sekar Putih Djarot mengatakan OJK terus mencermati perkembangan pasar modal dan mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan dengan tetap memperhatikan kualitas keterbukaan informasi dan pelindungan investor.

“OJK terus mencermati perkembangan pasar modal dan mendorong pemanfaatannya sebagai sumber pembiayaan dengan tetap mengedepankan kualitas keterbukaan informasi dan pelindungan investor,” kata Sekar.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir September berada di level 439,05 atau terkoreksi 0,23 persen secara bulanan dan 0,41 persen secara tahun berjalan.

Sementara itu, yield Surat Berharga Negara meningkat rata-rata 14,12 basis poin secara bulanan seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah global dan ketidakpastian global yang masih tinggi.

Industri pengelolaan investasi juga mengalami penyesuaian dengan nilai Asset Under Management sebesar Rp1.004,68 triliun dan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Rp637,07 triliun pada akhir September 2026.

Di tengah dinamika pasar, jumlah investor pasar modal terus meningkat dengan penambahan 1,03 juta investor sepanjang September, sehingga secara tahun berjalan jumlah investor mencapai 32,17 juta atau tumbuh 57,96 persen.

Hingga akhir September, nilai penghimpunan dana melalui Penawaran Umum secara tahun berjalan mencapai Rp186,03 triliun, sedangkan terdapat 29 rencana Penawaran Umum dalam pipeline dengan total nilai indikatif Rp26,47 triliun.

Sekar mengatakan OJK juga terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di bidang pasar modal untuk menjaga integritas pasar, meningkatkan kepatuhan, dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.

“Penguatan pengawasan dan penegakan hukum dilakukan untuk menjaga integritas pasar, meningkatkan kepatuhan, serta memberikan pelindungan kepada investor dan masyarakat,” ujar Sekar.

Pada sektor Securities Crowdfunding, sepanjang September terdapat 15 efek baru dan 9 penerbit baru dengan dana yang dihimpun Rp22,92 miliar, sehingga total dana yang dihimpun melalui SCF secara agregat mencapai Rp2,06 triliun.

Sementara itu, transaksi pasar keuangan derivatif sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 395.571 lot, sedangkan transaksi Bursa Karbon secara agregat mencapai 1,98 juta tCO2e dengan nilai transaksi Rp93,97 miliar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....