DJPb Sultra Kembali Gelar Forum Ekonomi Regional

  • 29 Jan 2026 10:39 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Guna menyatukan presepsi dengan stakholder yang ada, Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggelar Forum Ekonomi Regional (FERO) pertama di tahun 2026, di aula Kanwil DJPb Sultra, Kamis (29/1/2026).

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sultra Iman Widhiyanto menjelaskan Forum Ekonomi Regional (FERO) yang di laksanakan ini merupakan yang pertama di tahun 2026 ini, untuk itu melalui kegiatan ini diharapan dapat terciptanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta antara regulator dan pelaku ekonomi, dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di daerah Sultra.

“Tujuan sebenarnya kita ingin, menyamankan data – data yang ada di masing – masing instansi baik yang ada di BPS, BI, OJK, sehingga dengan ditampilkannya semua data dan kinerja bisa ada titik temu yang semakin melengkapi dan hal itu penting dalam pengambilan keputusan di kemudian hari,” ungkap Iman Widhiyanto.

Ia juga menjelaskan Forum Ekonomi Regional ini merupakan menjadi kegiatan rutin yang nantinya menjadi ajang evaluasi berbagai variabel – variabel makro ekonomi yang ada di Sultra.

“Jadi kegiatan ini rutin kita gelar setiap pertiga bulan agar semua informasi terkait perekomian di Sultra dapat kita ketahui, baik permasalah tingkat pengangguran dan beberapa hal lainnya sehingga kedepannya lebih mudah mempromosikan anggaran – anggaran yang akan di ambil,” ujarnya.

Lebih lanjut Kakanwil DJPb Sultra Iman Widhiyanto mengatakan adapun rekomendasi yang akan di sampaikan kepada pemerintah daerah dari kegiatan Forum Ekonomi Regional ini salah satunya terkait inflasi dan beberapa hal lainnya sehingga perlu ada upaya – upaya khusus untuk menangani isu isu yang ada di perekonomian di Sultra.

“Kemudian realisasi APBD juga perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah, sehingga tidak terjadi penumpukkan di akhir tahun, untuk itu di perlukan percepatan belanja pemerintah sehingga pembangunan dapat terlaksana,” ungkapnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....