Penerimaan Perpajakan di Sultra Awal Tahun capai Rp279,34 Miliar
- 02 Mar 2026 12:54 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Kantor wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat Realisasi penerimaan perpajakan di wilayah Sultra sampai dengan 31 Januari 2026 mencapai Rp279,34 miliar.
Penerimaan perpajakan sebesar Rp279,34 miliar dengan rincian penerimaan pajak sebesar Rp230,02 miliar dan penerimaan kepabeanan Rp49,32 miliar.
Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sultra Iman Widhiyanto menjelaskan Realisasi penerimaan pajak tumbuh sebesar 10,21 persen dari tahun ke tahun (yoy), didukung juga oleh penerimaan Kepabeanan yang tumbuh signifikan sebesar 680,18 persen dari tahun ke tahun (yoy).
“Jadi Penerimaan pajak di Sulawesi Tenggara sampai dengan 31 Januari 2026 yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Pajak Lainnya yaitu sebesar 729,49 persen, selanjutnya diikuti oleh Pajak Bumi Bangunan yaitu sebesar 631,22 persen,” tutur Iman Widhiyanto di Kendari, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut Iman meski penerimaan pajak di Sultra mengalami pertumbuhan namun demikian, Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai mengalami kontraksi masing-masing sebesar 2,09 persen dan 2,18 persen, hal ini sangat wajar mengingat kondisi masih berada pada masa awal tahun anggaran berjalan dimana pada umumnya ekonomi masih menggeliat dikarenakan kegiatan-kegiatan seperti pertambangan yang masih menunggu terbitnya RKAB Tambang serta penerimaan perpajakan dari sektor administrasi pemerintah yang masih belum berjalan dengan optimal seiring seiring dengan petunjuk teknis kegiatan yang masih belum diterbitkan oleh Kementerian Negara/Lembaga bersangkutan.
“Untuk Penerimaan Kepabeanan sampai dengan 31 Januari 2026, disumbang oleh bea masuk sebesar Rp49,21 miliar,” ungkapnya.
Ia menambahkan Capaian ini cukup besar mengingat penerimaan tersebut telah mencapai 30,79 persen dari target yang ditetapkan pada Tahun Anggaran 2026. Pertumbuhan penerimaan kepabeanan dan cukai yang signifikan ini didorong oleh adanya pembangungan smelter dimana mayoritas perangkatnya harus diimpor.