Realisasi Belanja Negara di Sultra Capai Rp7,5 Triliun

  • 28 Jan 2026 10:04 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Kantor wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat Belanja pemerintah pusat di Sultra sampai dengan 31 Desember 2025 mencapai Rp7.5 Triliun lebih atau 94,89 persen dari pagu APBN. 

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sultra Iman Widhiyanto menjelaskan Realisasi Belanja tersebut meliputi Belanja Pegawai sebesar Rp3.184,75 triliun atau 99,10 persen dari pagu APBN, Belanja Barang sebesar Rp3.010,58 triliun atau 91,19 persen dari pagu APBN, Belanja Modal sebesar Rp1.302,43 triliun atau 93,92 persen dari pagu APBN, dan Belanja Bantuan Sosial Rp15,76 miliar atau 99,99 persen dari pagu APBN.

Sementara itu kata Iman Widhiyanto untuk Penyaluran Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan 31 Desember 2025 tercatat mencapai Rp18.163,97 triliun atau 96,51 persen dari alokasi.

“Jadi Penyaluran TKD Sulawesi Tenggara mengalami kontraksi sebesar 4,49 persen dibandingkan realisasi dengan periode yang sama pada tahun lalu. Namun demikian realisasi Dana Alokasi Khusus Nonfisik (DAK Nonfisik) tumbuh signifikan sebesar 15,19 persen,”jelasnya, di Kendari,  Rabu (28/1/2026).

Ia juga menjelaskan sedangkan komponen lainnya mengalami kontraksi yaitu antara lain Dana Bagi Hasil (DBH) terkotraksi sebesar 10,28 persen, Dana Alokasi Umum (DAU) terkontraksi sebesar 2,41 persen, Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik) terkontraksi sebesar 26,75 persen Dana Insentif Fiskal terkontraksi sebesar 61,60 persen dan Dana Desa terkontraksi sebesar 10,77 persen.

“Untuk Dana Desa telah disalurkan sebesar Rp1.358,20 triliun atau 93,87 persen dari pagu Rp1.446,85 triliun dan telah dimanfaatkan untuk mendukung berbagai sektor prioritas desa seperti infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, dan sanitasi lingkungan,” jelas Iman.

Lebih lanjut Iman Widhiyanto menambahkan sementara, dari total pagu Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp1.218,85 triliun, telah disalurkan DAK Fisik sebesar Rp1.131,41 triliun atau 92,8 persen.

“Bidang DAK Fisik dengan persentase penyaluran tertinggi adalah bidang Air Minum dengan persentase salur 99,02 persen dan nilai salur Rp1,33 miliar. Sementara bidang DAK Fisik dengan persentase penyaluran terendah adalah bidang Perlindungan Perempuan dan Anak dengan persentase salur 88,13 persen dan nilai salur Rp6,14 miliar,”ujarnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....