Ritual Posuo dan Kasuna, Warisan Budaya Masyarakat Kadatua yang Dilestarikan
- 08 Jun 2026 11:32 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Buton Selatan - Masyarakat Pulau Kadatua Kabupaten Buton Selatan terus menjaga dan melestarikan berbagai tradisi warisan leluhur yang memiliki nilai budaya, pendidikan, dan keagamaan.
Di antara tradisi yang masih dijalankan hingga saat ini adalah Posuo dan Kasuna, dua ritual adat yang menjadi bagian penting dalam siklus kehidupan masyarakat setempat. Posuo merupakan tradisi adat yang dijalani oleh remaja perempuan sebagai simbol peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan.
Dalam pelaksanaannya, peserta menjalani masa pingitan dan pembinaan yang bertujuan membentuk karakter, menanamkan nilai kesopanan, tanggung jawab, serta mempersiapkan diri untuk kehidupan bermasyarakat.
Bagi masyarakat Buton, Posuo tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga sarana pendidikan moral dan spiritual bagi perempuan. Sementara itu, Kasuna merupakan prosesi khitanan adat bagi anak laki-laki yang biasanya dilaksanakan secara massal pada momen Hari Raya Idulfitri maupun Iduladha. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kadatua.
Selain sebagai bentuk pelaksanaan ajaran agama, Kasuna juga dimaknai sebagai tanda memasuki tahap kehidupan yang lebih dewasa. Dalam pelaksanaan Kasuna, anak-anak mengenakan pakaian adat dan didampingi oleh keluarga mereka.
Pantauan RRI, Prosesi diawali dengan kegiatan adat seperti pemberian saweran (kasambu) oleh masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan keliling kampung yang diiringi bunyi gong dan gendang serta syair adat yang dipimpin oleh tokoh masyarakat.
Setelah itu, peserta menjalani proses khitanan di tempat yang telah disiapkan oleh perangkat adat dan keagamaan. Tokoh masyarakat Kadatua Agus Sanaa menjelaskan, tradisi Posuo dan Kasuna memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk generasi muda yang berakhlak baik, menghormati adat istiadat, serta memahami nilai-nilai agama dan budaya yang diwariskan oleh leluhur.
“Tradisi tersebut juga menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat Kadatua yang banyak merantau ke berbagai daerah. Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi, masyarakat berharap kedua tradisi ini dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya Pulau Kadatua,” ungkapnya, Senin 8 Juni 2026.
Pelestarian Posuo dan Kasuna tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Buton Selatan kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....