B50 Resmi Diluncurkan, Pemerintah Tekankan Diversifikasi dan Kemandirian Energi

  • 11 Jul 2026 12:12 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan implementasi B50 tidak hanya soal meningkatkan kadar campuran biodiesel pada bahan bakar solar. Menurutnya, kebijakan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam diversifikasi sumber energi serta upaya memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional.

"B50 bukan sekadar energi baru, tetapi bagian dari transformasi energi yang mengoptimalkan potensi Indonesia demi memperkuat ketahanan energi nasional sebagai fondasi pembangunan ekonomi bangsa," ujar Bahlil saat peresmian B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis 9 Juli 2026.

Dari sisi ekonomi, Kementerian ESDM memproyeksikan manfaat yang lebih besar dibandingkan B40. Penghematan devisa diperkirakan meningkat dari Rp 133,3 triliun (B40) menjadi Rp 170 triliun pada B50. Nilai tambah industri minyak sawit (CPO) diperkirakan naik dari Rp 20,92 triliun menjadi Rp 23,49 triliun. Program ini juga diperkirakan mampu menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.

Untuk memenuhi kebutuhan B50, kebutuhan biodiesel diproyeksikan mencapai 16,7–18 juta kiloliter (kL) dengan kebutuhan CPO sekitar 15,2–16,3 juta ton. Peningkatan penggunaan biodiesel berbasis minyak sawit ini diharapkan memberi nilai tambah bagi perekonomian domestik sekaligus mengurangi ketergantungan impor solar.

Dari aspek lingkungan, implementasi B50 diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon dioksida hingga 44,46 juta ton, lebih besar dibandingkan penurunan sebesar 39,66 juta ton pada B40.

Kesiapan teknis untuk B50 sudah diuji di berbagai sektor. Kementerian ESDM melakukan pengujian pada kendaraan bermotor, alat berat pertambangan, mesin pertanian, kereta api, angkutan laut, hingga pembangkit listrik. Hasil pengujian dinyatakan memenuhi spesifikasi teknis pemerintah dan standar pabrikan, sehingga penggunaan B50 layak diterapkan di sektor transportasi dan industri yang telah melalui pengujian.

Uji implementasi juga dilakukan di sejumlah lokasi strategis, antara lain Kutai Timur, Semarang, Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, kapal Geomarin ESDM di Cirebon, serta instalasi Pertamina Patra Niaga di Surabaya. Dengan serangkaian uji dan dukungan industri, pemerintah menilai B50 sebagai tonggak sejarah dalam langkah nyata menuju kemandirian energi nasional.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....