Kiprah Indonesia: Pemanfaatan Lahan Sempit Dorong Ketahanan Pangan Keluarga

  • 02 Jun 2026 18:52 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Keterbatasan lahan tidak lagi menjadi hambatan bagi masyarakat untuk menghasilkan pangan sehat dan bergizi. Berbagai inovasi pertanian seperti hidroponik, vertikultur, dan pengembangan kebun keluarga kini semakin banyak diterapkan sebagai solusi pemanfaatan lahan sempit, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.

Dalam segmen Kiprah Indonesia bersama rri pro 1 kendari Selasa, 2/06/2026 membahas Metode hidroponik yang memungkinkan masyarakat menanam berbagai jenis sayuran tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam utama. Sementara itu, sistem vertikultur memanfaatkan ruang secara vertikal sehingga kapasitas tanam dapat ditingkatkan meskipun lahan yang tersedia terbatas. Di sisi lain, kebun keluarga menjadi alternatif yang efektif untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO menyebutkan bahwa pertanian perkotaan dan peri-urban menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat ketahanan sistem pangan masyarakat. Dalam laman resmi FAO mengenai Urban and Peri-Urban Agriculture disebutkan bahwa Urban and peri-urban agriculture offers a fundamental strategy for building the resilience of a city’s food supply atau pertanian perkotaan dan peri-perkotaan merupakan strategi mendasar untuk membangun ketahanan pasokan pangan suatu kota. Kutipan tersebut berasal dari publikasi FAO, Urban and Peri-Urban Agriculture yang diperbarui dan dipublikasikan oleh FAO pada tahun 2025.

Menurut para ahli, pemanfaatan lahan sempit melalui teknologi pertanian modern tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membantu menjaga keberlanjutan lingkungan. Penggunaan air yang lebih efisien, berkurangnya kebutuhan lahan, serta minimnya penggunaan pestisida menjadi keunggulan yang ditawarkan sistem hidroponik dan vertikultur.

Penelitian lain yang berjudul Vertical Farming in Urban Agriculture: Opportunities, Challenges, and Future Directions yang ditulis oleh Lalendra Gurung dan tim, diterbitkan pada tahun 2024, menjelaskan bahwa teknologi vertikultur dan hidroponik mampu mendukung efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus menghasilkan produk pertanian sepanjang tahun. Penelitian tersebut menegaskan bahwa pertanian vertikal menawarkan penghematan air, efisiensi ruang, dan kemampuan produksi yang berkelanjutan meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan lahan.

Selain mendukung produksi pangan, kebun keluarga juga berperan dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. FAO dalam dokumen Contribution to Food Security yang diterbitkan dalam jurnal dan kajian ketahanan pangan keluarga tahun 1999 menyatakan bahwa Home gardening contributes to household food security by providing direct access to food that can be harvested, prepared and fed to family members, often on a daily basis. Yang artinya, kebun rumah tangga berkontribusi terhadap ketahanan pangan keluarga dengan menyediakan akses langsung terhadap bahan pangan yang dapat dipanen dan dikonsumsi setiap hari.

Pemanfaatan pekarangan rumah juga dinilai mampu mengurangi pengeluaran keluarga untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, cabai, tomat, hingga tanaman obat keluarga dapat dibudidayakan dengan biaya yang relatif terjangkau.

Melalui inovasi hidroponik, vertikultur, dan kebun keluarga, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa lahan sempit tetap memiliki nilai produktif yang tinggi. Langkah sederhana memanfaatkan ruang kosong di sekitar rumah dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....