Karhutla Koltim Capai 423,14 Hektare, Pemprov Sultra Perkuat Penanganan

  • 17 Sep 2026 09:22 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kolaka Timur dengan mengerahkan personel, peralatan pemadaman, layanan kesehatan, serta melakukan pemetaan kawasan rawan kebakaran.

Data BPBD Kabupaten Kolaka Timur hingga 16 September 2026 mencatat luas lahan terdampak Karhutla sekitar 423,14 hektare. Kebakaran tersebar pada tiga kecamatan, tujuh desa, dan satu kelurahan.

Pos penanganan Karhutla dipusatkan di Kantor Polsek Lalolae. BPBD Provinsi Sultra menurunkan personel dan peralatan untuk mendukung operasi bersama BPBD Kabupaten Kolaka Timur.

Desa Weamo, Kecamatan Tinondo, menjadi salah satu lokasi dengan penanganan terbesar. Tim melakukan pemadaman pada area sekitar 319,35 hektare, termasuk sejumlah lahan gambut.

Kondisi geografis menjadi salah satu kendala petugas. Untuk mencapai titik api, petugas harus berjalan kaki sekitar satu kilometer dari permukiman warga.

Hembusan angin kencang yang berubah arah juga membuat proses pemadaman membutuhkan kewaspadaan dan penanganan berkelanjutan. Mobil tangki air dan peralatan pemadaman terus disiagakan di lokasi.

Personel BPBD Provinsi Sultra bertugas secara bergiliran. Penanganan juga melibatkan Manggala Agni, TNI/Polri, BPBD Kabupaten Kolaka Timur, serta unsur terkait lainnya.

Di tengah operasi pemadaman, Pemprov Sultra turut memberikan pelayanan kesehatan kepada warga dan petugas. Tim medis Dinas Kesehatan Sultra membuka layanan di Balai Kelurahan Tinengi dengan sasaran 35 warga.

Hasil pemeriksaan menunjukkan 15 warga mengalami hipertensi. Sementara 20 warga lainnya mengeluhkan batuk, sesak napas, dan ISPA.

Pemeriksaan kesehatan berikutnya dilakukan di Desa Solewatu dengan sasaran 30 warga. Tim kemudian bergerak ke Desa Weamo untuk memberikan pengobatan kepada warga dan petugas pemadam.

Kebutuhan yang masih diperlukan di lapangan mencakup obat-obatan, vitamin, dan masker N95 bagi warga maupun petugas.

Penanganan juga diarahkan pada upaya pencegahan. DLH Provinsi Sultra melakukan pemetaan dan analisis lahan gambut yang memiliki potensi rawan Karhutla.

Pemprov Sultra melalui rapat koordinasi Satgas Bencana Provinsi juga menetapkan Kolaka Timur sebagai prioritas penanganan Karhutla dan kekeringan. Seluruh instansi terkait diminta memperkuat dukungan sesuai kewenangan.

BWS turut menyatakan kesiapan mendukung peralatan dan bahan bakar bagi tim di lapangan. Rencana pengadaan sumur bor di lokasi kebakaran juga sedang disiapkan dan masih menunggu Instruksi Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....