Water Cannon Polres Bombana Bantu Padamkan Karhutla di Lantari Jaya

  • 15 Sep 2026 15:24 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Polsek Lantari Jaya, Polres Bombana, bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di area persawahan dan perkebunan masyarakat di Desa Watu-Watu dan Desa Langkowala, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Senin (14 September 2026).

Kebakaran diketahui sekitar pukul 08.30 WITA. Kondisi api cukup luas dan sulit dikendalikan akibat angin kencang serta material kering berupa jerami dan daun pohon jati.

Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, S.H., M.H., C.P.M. kemudian meminta bantuan kendaraan Water Cannon Polres Bombana untuk memperkuat proses pemadaman.

Mobil Water Cannon Polri dikerahkan bersama satu unit mobil water tank milik PT Jhonlin Batu Mandiri (JBM) dan 10 unit sepeda motor untuk mendukung mobilitas personel menuju sejumlah titik api.

Pemadaman melibatkan personel Polri, TNI, serta karyawan PT JBM. Sinergi lintas unsur tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah api meluas ke permukiman dan lahan warga.

Kebakaran diperkirakan mencapai luas sekitar 13 hektare. Api sempat merambat hingga membakar satu rumah pondok kebun milik warga dan satu gedung walet.

Petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman, mulai dari angin kencang, material lahan yang mudah terbakar, keterbatasan sarana pemadaman, hingga titik api yang tersebar di area cukup luas.

Berkat respons cepat dan koordinasi seluruh unsur, titik-titik api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.30 WITA. Personel kemudian melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento mengatakan pengerahan Water Cannon dilakukan setelah melihat kondisi api yang cukup luas dan dipengaruhi angin kencang.

“Kami langsung berkoordinasi dan meminta bantuan Water Cannon Polres Bombana karena melihat kondisi api yang cukup luas dan dipengaruhi angin kencang. Alhamdulillah, dengan bantuan seluruh pihak, api dapat segera dikendalikan dan dipadamkan,” ujar Prasetyo.

Kapolsek mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, terutama saat kondisi lahan kering dan mudah terbakar.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan setiap titik api kepada kepolisian atau pemerintah setempat agar dapat ditangani sebelum meluas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....