Sultra Dorong Hilirisasi Pertanian, 1.027 Ton Komoditas Diekspor
- 11 Sep 2026 12:39 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat hilirisasi sektor pertanian dengan melepas ekspor perdana 1.027 ton komoditas pertanian ke China dan Malaysia, Kamis 10 September 2026.
Ekspor berlangsung di Desa Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan, melalui PT Agri Cassava Makmur. Komoditas yang dikirim terdiri atas 900 ton tepung tapioka ke China dan 127 ton crude coconut oil ke Malaysia.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan ekspor langsung menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat posisi Sultra dalam perdagangan internasional.
“Ini merupakan momentum yang sangat penting, strategis, dan membanggakan bagi Provinsi Sultra karena dapat melaksanakan pelepasan ekspor perdana secara langsung komoditas hasil pertanian daerah Sultra,” kata Andi Sumangerukka.

Menurut Gubernur, potensi pertanian dan agroindustri Sultra cukup besar. Penguatan hilirisasi diperlukan agar hasil pertanian tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Selama ini sejumlah komoditas unggulan Sultra dikirim melalui daerah lain seperti Makassar dan Surabaya. Kondisi tersebut membuat aktivitas ekspor tidak tercatat sebagai ekspor langsung dari Sultra.
Ekspor perdana dari Konawe Selatan dinilai menjadi momentum untuk memperbaiki kondisi tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur pelabuhan dan logistik daerah.
Gubernur juga mengingatkan pelaku usaha untuk menjaga kualitas, keamanan dan keberlanjutan produk.
“Kita hanya melihat bahwa potensi kita banyak, tapi apakah produk itu bernilai, berkualitas, aman, dan yang paling penting berkelanjutan,” katanya.
Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan pemerintah pusat terus mendorong hilirisasi pertanian melalui pembangunan industri pengolahan di daerah.
“Pemerintah pusat itu lewat Presiden Prabowo Subianto salah satu program agenda utama prioritasnya adalah hilirisasi di bidang pertanian, perikanan, dan juga energi,” tutur Karding.
Karding menyebut Badan Karantina Indonesia siap mendukung pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam memenuhi standar produk yang dipersyaratkan negara tujuan.
Pelaku usaha dan UMKM juga diminta memastikan standar kesehatan, kualitas, mutu serta kredibilitas produk terpenuhi sebelum memasuki pasar internasional.
Anggota Komisi IV DPR RI asal Sultra Jaelani menilai pertanian menjadi salah satu sektor strategis dalam perekonomian Sultra. Kontribusinya mencapai sekitar 23 persen terhadap PDRB Sultra.
“Artinya, sektor pertanian ini adalah potensi yang sangat luar biasa untuk kita kembangkan,” kata Jaelani.
Usai pelepasan ekspor, Gubernur Sultra bersama Kepala Badan Karantina Indonesia meninjau proses produksi tepung tapioka PT Agri Cassava Makmur, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pengemasan produk jadi yang siap dikirim ke negara tujuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....