Ekspor Perdana 1.027 Ton, Komoditas Pertanian Sultra Tembus China dan Malaysia

  • 11 Sep 2026 12:34 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mendorong percepatan hilirisasi sektor pertanian melalui pelepasan ekspor perdana 1.027 ton komoditas unggulan ke China dan Malaysia, Kamis 10 September 2026.

Ekspor terdiri atas 900 ton tepung tapioka tujuan China dan 127 ton crude coconut oil atau minyak kelapa tujuan Malaysia. Komoditas tersebut diekspor PT Agri Cassava Makmur melalui pelepasan di Desa Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan.

Pelepasan ekspor dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Anggota Komisi IV DPR RI asal Sultra Jaelani, Forkopimda Sultra, Wakil Bupati Konawe Selatan, kepala OPD lingkup Pemprov Sultra serta instansi vertikal.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan ekspor perdana menjadi momentum penting karena menunjukkan komoditas pertanian daerah mulai mampu dipasarkan langsung ke negara tujuan.

“Ini merupakan momentum yang sangat penting, strategis, dan membanggakan bagi Provinsi Sultra karena dapat melaksanakan pelepasan ekspor perdana secara langsung komoditas hasil pertanian daerah Sultra,” kata Andi Sumangerukka.

Menurut Gubernur, Sultra memiliki potensi besar pada sektor pertanian dan agroindustri. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui hilirisasi agar komoditas tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar global.

Ekspor langsung dari Sultra juga dinilai menunjukkan kesiapan infrastruktur, termasuk pelabuhan dan sistem logistik daerah.

“Banyak komoditi unggulan pertanian Sultra yang selama ini diekspor melalui daerah lain seperti Makassar dan Surabaya. Akibatnya, daerah lain yang tercatat sebagai daerah pengekspor, sementara Sultra tidak tercatat sebagai daerah pengekspor komoditas pertanian maupun perkebunan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sultra selanjutnya akan terus mendorong hilirisasi sumber daya alam unggulan, termasuk pertanian, untuk meningkatkan nilai ekonomi produk, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga kualitas, keamanan dan keberlanjutan produk agar mampu memenuhi persyaratan pasar internasional.

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan ekspor perdana tersebut menjadi langkah awal pengembangan ekspor Sultra dalam jumlah lebih besar.

Badan Karantina Indonesia siap membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam pemenuhan standar produk sesuai persyaratan negara tujuan.

“Pemerintah pusat itu lewat Presiden Prabowo Subianto salah satu program agenda utama prioritasnya adalah hilirisasi di bidang pertanian, perikanan, dan juga energi. Makanya sekarang didorong ke semua daerah, selain pembukaan lahan dan intensifikasi, tetapi juga yang diutamakan bagaimana ada pabrik pengolahan,” tutur Karding.

Karding juga mengapresiasi Tim Percepatan Ekspor Sultra yang berperan mengoptimalkan potensi komoditas daerah untuk dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.

Pelaku usaha dan UMKM diminta memperhatikan standar kesehatan, kualitas, mutu dan kredibilitas produk sebagai syarat penting memasuki pasar ekspor.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI asal Sultra Jaelani mengatakan sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam perekonomian daerah. Sektor pertanian berkontribusi sekitar 23 persen terhadap PDRB Sultra, disusul pertambangan sekitar 21 persen dan perdagangan sekitar 20 persen.

“Artinya, sektor pertanian ini adalah potensi yang sangat luar biasa untuk kita kembangkan,” kata Jaelani.

Dalam rangkaian kegiatan, Gubernur Sultra bersama Kepala Badan Karantina Indonesia meninjau aktivitas produksi di kawasan industri tepung tapioka PT Agri Cassava Makmur. Peninjauan mencakup pengelolaan bahan baku, proses produksi, pengemasan hingga produk jadi yang siap diekspor.

Pemeriksaan komoditas ekspor kemudian dilakukan sebelum pemasangan segel yang disaksikan Karantina Indonesia dan Gubernur Sultra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....