Tujuh Wilayah di Sultra Dipetakan Rawan Karhutla, Polda Tingkatkan Kesiapsiagaan

  • 13 Agt 2026 08:17 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Polda Sulawesi Tenggara meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul pemetaan tujuh titik rawan yang tersebar di empat kabupaten.

Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui apel gelar pasukan dan peralatan penanganan karhutla di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Selasa 11 Agustus 2026.

Apel dipimpin Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti personel gabungan bersama sejumlah stakeholder terkait.

Berdasarkan pemetaan Biro Operasi Polda Sultra, tujuh titik rawan tersebut berada di Kabupaten Bombana sebanyak dua titik, Kolaka Utara satu titik, Konawe Utara satu titik dan Konawe Selatan tiga titik.

Kapolda mengatakan pemetaan wilayah rawan menjadi dasar penting dalam menentukan langkah pencegahan dan penanganan karhutla.

Terlebih, musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang mulai Agustus 2026 berpotensi meningkatkan kondisi kekeringan dan memudahkan terjadinya kebakaran.

“Fenomena El Nino juga harus kita waspadai. Seluruh jajaran di Sulawesi Tenggara harus mempersiapkan langkah penanggulangan karhutla secara optimal,” ujar Kapolda.

Selain melakukan pemetaan, jajaran diminta meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.

Polda Sultra juga mencatat telah terjadi kejadian karhutla di wilayah Kota Baubau dan Kabupaten Kolaka Utara sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Untuk menghadapi potensi ancaman tersebut, sebanyak 631 personel gabungan disiapkan bersama instansi terkait, termasuk BPBD, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, BMKG, Dinas Kehutanan dan Manggala Agni.

Kapolda menegaskan kecepatan respons menjadi salah satu kunci agar kebakaran tidak meluas. Karena itu, seluruh unsur diminta memastikan kesiapan personel, kendaraan, peralatan, sarana evakuasi dan logistik pendukung.

Kesiapan lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....