Menaker Siapkan Program Peningkatan Kompetensi bagi 10 Ribu Warga Sultra

  • 06 Agt 2026 10:10 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, menyatakan komitmennya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Tenggara melalui program pengembangan kompetensi yang ditargetkan menjangkau 10 ribu peserta pada tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum bertema Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan Talenta Masa Depan di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Rabu 5 Agustus 2026

Menurut Yassierli, perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transisi energi hijau, dan perubahan demografi menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan yang adaptif dan sesuai kebutuhan industri.

"Peningkatan kompetensi menjadi kunci menghadapi perubahan dunia kerja. Perguruan tinggi juga perlu terus menyempurnakan kurikulum agar lulusannya memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri," katanya.

Ia mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan alokasi program peningkatan kompetensi bagi 10 ribu peserta di Sulawesi Tenggara. Pelaksanaannya akan melibatkan pemerintah daerah serta berbagai lembaga pelatihan untuk memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan keterampilan kerja.

Selain itu, Menaker mengajak dunia usaha memanfaatkan Program Pemagangan Nasional sebagai sarana meningkatkan kompetensi lulusan sekaligus membuka peluang kerja bagi tenaga kerja muda, khususnya lulusan asal Sulawesi Tenggara.

Dalam paparannya, Yassierli juga mengungkapkan masih tingginya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri. Sekitar 33,5 persen lulusan perguruan tinggi bekerja di luar bidang keilmuannya, sementara hampir satu juta lulusan masih menganggur.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelolanya secara optimal.

Menurutnya, kunjungan Menteri Ketenagakerjaan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Sulawesi Tenggara.

"Sumber daya manusia merupakan pilar utama dalam menggerakkan dan mengelola potensi daerah. Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus menjadi prioritas bersama," ujar Andi.

Sebelum menghadiri kuliah umum di UMK, Menteri Ketenagakerjaan disambut Gubernur Sulawesi Tenggara di Bandara Halu Oleo, Kendari. Keduanya juga berdiskusi mengenai potensi daerah dan tantangan ketenagakerjaan yang dihadapi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Ketua Badan Pembina Harian UMK, serta jajaran pimpinan balai Kementerian Ketenagakerjaan di Sulawesi Tenggara.

Versi ini memiliki judul, lead, dan sudut pandang yang berbeda, dengan fokus pada komitmen program peningkatan kompetensi bagi 10 ribu peserta di Sulawesi Tenggara, sehingga tidak terkesan sama dengan versi sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....