Gubernur Sultra Dorong Kolaborasi Alumni Dukung Pembangunan Daerah
- 25 Agt 2026 13:27 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengajak alumni dan seluruh pemangku kepentingan ikut mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus IKA SMAN 1 Kendari Periode 2025–2029 di Aula SMA Negeri 1 Kendari, Senin (24/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Andi Sumangerukka mengukuhkan pengurus IKA SMAN 1 Kendari yang dipimpin Andi Ady Aksar. Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan, naskah pengukuhan, pelantikan pengurus serta penyerahan bendera pataka.
Gubernur menyampaikan pemerintah saat ini tengah menyesuaikan program pembangunan dengan kemampuan fiskal daerah. Kondisi tersebut membuat sejumlah program harus disusun berdasarkan skala prioritas agar penggunaan anggaran tetap efektif.
Dari delapan program prioritas yang disampaikan saat masa kampanye, pemerintah memusatkan perhatian pada empat sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta agromaritim berbasis ketahanan pangan.
Pada sektor pendidikan, Pemprov Sultra menyiapkan SMA unggulan di setiap kabupaten/kota. SMA Negeri 4 Kendari ditetapkan sebagai SMA unggulan tingkat provinsi berdasarkan hasil kajian.
Meski demikian, SMA Negeri 1 Kendari tetap mendapat perhatian pemerintah.
“SMA 1 juga ini menjadi perhatian kita,” kata Andi Sumangerukka.

Pengembangan sekolah unggulan akan mencakup peningkatan fasilitas, kurikulum serta penguatan tenaga pendidik. Kepala sekolah dan guru yang ditempatkan akan dipilih berdasarkan kompetensi dan kebutuhan sekolah.
Untuk program beasiswa, pemerintah mengacu pada RPJMD serta nomenklatur yang tersedia dalam APBD. Program beasiswa yang tercantum dalam anggaran daerah saat ini adalah Sultra Cerdas.
Pemerintah juga mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat tingkat provinsi yang dijadwalkan mulai Oktober 2026, selain pengembangan program Sekolah Garuda.
Di bidang kesehatan, pemerintah menyiapkan ambulans laut untuk masyarakat di wilayah kepulauan. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mempermudah masyarakat memperoleh layanan kesehatan ketika terkendala transportasi.
Layanan ambulans laut dan ambulans darat akan diberikan secara gratis.
“Saya sampaikan kepada dinas, pokoknya ini gratis. Jangan sampai saya dengar nanti ada yang bayar,” tegasnya.
Pemprov Sultra juga menargetkan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 95 persen pada 2027. Sementara Rumah Sakit Bahteramas direncanakan dikembangkan menjadi rumah sakit modern dengan bangunan delapan lantai serta sistem pelayanan satu pintu berbasis digital.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah menargetkan pembangunan dan peningkatan jalan sekitar 40 kilometer setiap tahun. Pembangunan juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah pesisir dan kepulauan melalui pembangunan serta penyelesaian sejumlah pelabuhan.
Sementara itu, pembangunan perumahan akan dikembangkan dengan konsep kawasan terpadu. Tidak hanya rumah, pemerintah juga memperhatikan akses jalan, listrik, fasilitas kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat.
Program tersebut sejalan dengan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang direncanakan di 61 titik di Sultra. Salah satunya KNMP Sorue Jaya di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, dengan rencana pembangunan 100 unit rumah.
Untuk 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 603 unit rumah. Jumlah tersebut direncanakan meningkat menjadi 1.500 unit pada tahun berikutnya dan dilanjutkan secara bertahap.
Gubernur mengatakan pembangunan kawasan pesisir juga diarahkan untuk mendukung penanganan stunting dan kekurangan gizi melalui perbaikan lingkungan serta akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.
Dalam kesempatan itu, Andi Sumangerukka menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus melibatkan semua stakeholder yang ada,” ujarnya.
Gubernur juga mengajak pelaku usaha memenuhi kewajibannya kepada daerah sehingga penerimaan daerah dapat menopang pembiayaan pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, penyampaian kondisi daerah dalam forum tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pemahaman bersama mengenai tantangan pembangunan sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, alumni, dunia usaha dan masyarakat.
Turut hadir Ketua Dewan Pertimbangan IKA SMAN 1 Kendari yang juga mantan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Asisten III Sekretariat Kota Kendari, Kepala SMA Negeri 1 Kendari, serta pengurus dan alumni IKA SMAN 1 Kendari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....