Tim PkM ITK Avicenna Dorong PKK Kuasai Produksi hingga Pemasaran
- 20 Agt 2026 09:07 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Konawe — Program pemberdayaan tidak berhenti pada proses produksi. Tim PkM ITK Avicenna juga memberikan Workshop Branding dan Desain Kemasan Produk Sabun Cuci Piring yang menghadirkan Apt. Muhammad Ramadhan Salam, S.Farm., M.Pharm.Sci. sebagai pemateri.
Dalam workshop tersebut, anggota PKK mendapatkan pengetahuan mengenai branding, desain label, informasi yang perlu dicantumkan pada kemasan, fungsi kemasan, hingga strategi pemasaran melalui kanal digital dan non-digital. Peserta juga didampingi dalam pengenalan pemasaran melalui media sosial dan e-commerce serta penyusunan manajemen usaha, termasuk penentuan harga jual dan target pasar.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test. Peserta yang sebelumnya masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai pemanfaatan sekam padi, produksi sabun, branding, dan pemasaran menunjukkan peningkatan pemahaman setelah mengikuti rangkaian kegiatan.
Lahir Produk “Arang Clean”

Salah satu hasil nyata program ini adalah lahirnya produk “Arang Clean – Sabun Cuci Piring Arang Aktif dari Limbah Sekam Padi.” Produk tersebut menjadi bentuk penerapan teknologi dan inovasi berbasis potensi lokal yang dapat diproduksi dan dikembangkan oleh masyarakat mitra.
Tim PkM juga melakukan serah terima aset kepada Kelompok PKK Desa Matahoalu yang dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan teknologi, peralatan, dan hasil inovasi dapat dimanfaatkan oleh mitra untuk keberlanjutan kegiatan produksi.
Produk sabun cuci piring berbahan karbon aktif dari limbah sekam padi tersebut ditargetkan menjadi produk unggulan berbasis potensi lokal untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Matahoalu, Kabupaten Konawe.

Melalui program ini, ITK Avicenna menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan potensi sumber daya lokal. Limbah pertanian yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diarahkan menjadi bahan inovasi sekaligus membuka peluang kegiatan produktif bagi masyarakat.
Ke depan, keberlanjutan usaha kelompok PKK Desa Matahoalu masih memerlukan pendampingan, khususnya dalam strategi penjualan dan manajemen usaha agar produk yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....