Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kendari Resmi operasi, 206 Siswa Ikuti MPLS Perdana

  • 04 Agt 2026 12:20 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Kota Kendari resmi memulai operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 melalui pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin 3 Agustus 2026. Program pendidikan berasrama yang menjadi bagian dari Program Strategis Nasional ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pembukaan MPLS dipimpin langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Dalam sambutannya, Siska menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi.

Menurut Siska, pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Kendari. Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas masyarakat yang sehat, cerdas, berkarakter, produktif, dan memiliki daya saing.

“Program Sekolah Rakyat merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat. Ini adalah kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan Dinas Pendidikan bersama Dinas Sosial, saat ini masih terdapat hampir 1.000 anak usia SD dan SMP di Kota Kendari yang belum bersekolah. Kehadiran Sekolah Rakyat dengan kapasitas hingga 1.080 peserta didik diharapkan menjadi solusi dalam menuntaskan persoalan tersebut.

Siska optimistis keberadaan sekolah tersebut mampu menekan angka anak tidak sekolah di Kota Kendari mulai tahun 2026. Pada tahun ajaran perdana di gedung permanen, sebanyak 206 peserta didik baru mengikuti MPLS, terdiri atas 26 siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 90 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 90 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA). Bersama 133 siswa angkatan sebelumnya, total penghuni sekolah kini mencapai 339 peserta didik.

Meski pembangunan kawasan sekolah masih berlanjut, seluruh fasilitas utama telah siap digunakan. Fasilitas tersebut meliputi gedung pembelajaran, asrama putra dan putri, gedung serbaguna, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, laboratorium sains, dapur, gudang logistik, kantin, serta ruang kelas yang mendukung proses belajar mengajar. Ke depan, kawasan sekolah juga akan dilengkapi fasilitas olahraga, termasuk lapangan basket dan kolam renang.

Selain pendidikan akademik, peserta didik akan memperoleh layanan pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pembinaan karakter, kedisiplinan, serta lingkungan belajar yang aman dan nyaman melalui sistem pendidikan berasrama.

Sementara itu, Kepala Sentra Meohai Kendari, Muh. Gunawan, menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang diinisiasi pemerintah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan. Menurutnya, pendidikan menjadi instrumen paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Kami berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari menjadi model keberhasilan pelaksanaan program nasional dalam mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Muh. Gunawan.

Usai membuka MPLS, Wali Kota Kendari bersama Plt Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakil Wali Kota Kendari, dan unsur Forkopimda meninjau sejumlah fasilitas sekolah, termasuk ruang belajar, asrama, dan ruang makan, guna memastikan kesiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 2.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....