Psikolog Ungkap Tantangan Karakter Siswa Sekolah Rakyat
- 12 Agt 2026 07:54 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID,Kendari - Persoalan karakter menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Sekolah Rakyat dalam mendampingi peserta didik. Meski demikian, semangat untuk membantu anak-anak mendapatkan pendidikan dan memperbaiki masa depan membuat seluruh unsur di Sekolah Rakyat tidak menyerah menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Hal itu disampaikan Psikolog Sekolah Rakyat, Chadidjah D. Selomo, S.Psi., M.Psi., Psikolog, saat menjadi narasumber dalam dialog RRI Pro 1 bertema “Pengelolaan Sekolah Rakyat Dalam Membentuk Karakter Bangsa”, Rabu, 12 Agustus 2026.
Chadidjah mengatakan, pada dasarnya anak-anak yang berada di Sekolah Rakyat memiliki kemauan untuk belajar. Namun, dalam proses pendampingan, pihak sekolah menemukan berbagai latar belakang kehidupan yang turut memengaruhi perilaku dan karakter peserta didik.
“Anak-anak ini mau belajar. Sebagian besar kita tidak pungkiri ada yang kesehariannya itu dengan kekerasan, kemudian ada yang mau bersekolah tapi terkendala biaya,” ujarnya dalam dialog tersebut.
Menurutnya, kondisi lingkungan dan pengalaman yang dialami anak dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu faktor yang perlu mendapatkan perhatian serius. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pembelajaran akademik, tetapi juga pendampingan untuk membangun kembali rasa percaya diri, kedisiplinan, kemampuan bersosialisasi, serta karakter positif.
Chadidjah mengakui, persoalan karakter yang dihadapi sebagian peserta didik bukan perkara ringan. Bahkan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik dan pendamping yang terlibat langsung dalam proses pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Untuk yang masalah karakter memang cukup berat, termasuk kami psikolog terkaget-kaget,” ungkap Chadidjah.
Meski menghadapi tantangan yang cukup berat, Chadidjah menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi seluruh unsur Sekolah Rakyat untuk berputus asa.
Menurutnya, para pendidik, psikolog, kepala sekolah maupun wali asuh memiliki tantangan yang relatif sama dalam menghadapi peserta didik dengan berbagai latar belakang persoalan.
“Sepertinya semua unsur yang ada di Sekolah Rakyat punya hal yang sama, baik KS, wali asuh, tapi kami tidak berputus asa karena niat kita untuk menyukseskan program pemerintah,” katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa proses pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pendampingan terhadap peserta didik juga membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh, terutama bagi anak-anak yang memiliki pengalaman hidup yang dapat memengaruhi perkembangan karakter mereka.
Dalam kondisi seperti itu, keberadaan psikolog menjadi salah satu unsur penting dalam membantu sekolah memahami kebutuhan peserta didik. Pendekatan psikologis dapat membantu mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi anak sekaligus menjadi bagian dari proses pendampingan selama mereka mengikuti pendidikan.
Chadidjah menilai, membentuk karakter anak bukanlah proses yang dapat dilakukan dalam waktu singkat. Terlebih bagi peserta didik yang sebelumnya hidup dalam kondisi penuh keterbatasan maupun menghadapi lingkungan yang kurang mendukung perkembangan mereka.
Karena itu, proses pendidikan membutuhkan kesabaran, konsistensi dan kerja sama seluruh unsur yang ada di sekolah.
Guru, kepala sekolah, wali asuh, psikolog dan unsur pendukung lainnya memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik.
Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperoleh kesempatan belajar sekaligus mendapatkan pendampingan dalam membangun karakter dan keterampilan sosial.
Kemauan anak-anak untuk belajar, kata Chadidjah, menjadi modal penting dalam proses tersebut. Tantangan yang ada kemudian perlu dihadapi secara bertahap melalui pendekatan pendidikan dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Dialog RRI Pro 1 yang mengangkat tema “Pengelolaan Sekolah Rakyat Dalam Membentuk Karakter Bangsa” tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, termasuk bagaimana membangun karakter peserta didik yang berasal dari latar belakang kehidupan yang beragam.
Dengan semangat menyukseskan program pemerintah, seluruh unsur Sekolah Rakyat diharapkan terus bekerja bersama untuk memberikan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membantu peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter positif dan mampu menghadapi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....