Puncak Kemarau, Dispertabun Kediri Perkuat Pengendalian OPT Ramah Lingkungan
- 07 Okt 2026 11:38 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Puncak musim kemarau 2026 mendorong Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri memperkuat pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan pendekatan yang ramah lingkungan. Langkah tersebut dilakukan melalui pemantauan serangan hama sejak dini dan pemanfaatan agen hayati untuk menjaga tanaman tetap produktif sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem pertanian.
Kepala Bidang Pengelolaan Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Rini Pudyastuti, mengatakan sejumlah OPT yang perlu diwaspadai pada musim kemarau ini antara lain adalah hama wereng, ulat, maupun penyakit bulai pada tanaman. Menurut Rini, pengendalian OPT di Kabupaten Kediri tidak dilakukan hanya ketika terjadi ledakan hama. Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan atau POPT di setiap kecamatan melakukan pengamatan terhadap perkembangan hama dan penyakit sejak awal pertumbuhan tanaman.
"Pengendalian tidak menunggu sampai terjadi ledakan hama. Tanaman diamati sejak awal, termasuk membandingkan keberadaan hama dengan musuh alaminya," kata Rini, Rabu, 7 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan musuh alami menjadi salah satu bagian penting dalam pengendalian hama terpadu. Ketidakseimbangan ekosistem pertanian dapat memicu peningkatan populasi hama hingga menyebabkan serangan yang lebih luas.
Karena itu, penggunaan agen hayati dilakukan secara terencana untuk membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah perkembangan hama dan penyakit tanaman. Pendekatan tersebut juga menjadi salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia dalam pengendalian OPT.
"Di alam sebenarnya sudah ada musuh alami hama. Kalau keberadaannya dijaga dan didukung dengan agen hayati, perkembangan hama bisa ditekan sehingga tidak sampai terjadi ledakan OPT," ujar Rini.
Rini menyebut kondisi serangan OPT di Kabupaten Kediri hingga saat ini relatif terkendali. Menurutnya, pengamatan secara rutin dan pengendalian sejak dini menjadi salah satu faktor yang menjaga serangan hama tetap pada tingkat yang rendah.
Di sisi lain, petani di Kecamatan Wates, Santoso, mengatakan serangan wereng memang menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi pada musim kemarau saat ini. Menurutnya, serangan wereng dapat berkembang cepat dan berpotensi mengganggu produksi apabila tidak segera dikendalikan.
"Wereng memang ada dan kalau dibiarkan sangat berbahaya. Karena itu, kami bekerja sama dengan dinas terkait untuk mengantisipasinya," kata Santoso.
Santoso menambahkan, pengendalian dilakukan secara rutin, termasuk melalui penyemprotan agen hayati. Penggunaan agen hayati dinilai membantu mengendalikan hama sekaligus mengurangi risiko dampak terhadap lingkungan dan hasil pertanian.
"Kami rutin melakukan penanggulangan, terutama pada musim kemarau, dengan menggunakan agen hayati yang lebih ramah lingkungan. Kami juga berharap hasil produksi tetap aman dan tidak terkontaminasi bahan kimia," ujarnya.
Selain pengendalian OPT, Dispertabun Kediri juga mendorong petani menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air. Langkah ini diperlukan menyusul prediksi musim hujan yang mengalami kemunduran, sementara puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga November.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....