Dampak El Nino, Kemarau Diprediksi Makin Panjang

  • 22 Sep 2026 17:28 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Pengaruh fenomena El Nino membuat musim kemarau di Kota Kediri diprediksi berlangsung lebih panjang hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut terjadi karena El Nino menghambat pembentukan awan hujan, sehingga masyarakat diminta tetap mewaspadai sejumlah potensi dampak cuaca kering, termasuk angin kencang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengatakan kemarau yang sebelumnya diperkirakan berakhir pada Agustus ternyata masih berlanjut. Menurutnya, pengaruh El Nino tahun ini cukup kuat sehingga turut memperpanjang periode musim kering.

“Semula kemarau diperkirakan selesai pada Agustus. Namun, pengaruh El Nino cukup kuat sehingga pembentukan awan hujan terhambat dan akhirnya kemaraunya berlangsung lebih lama,” ujar Joko, Selasa, 22 September 2026.

Ia menjelaskan, setelah kemarau diperkirakan berakhir pada Oktober, Kota Kediri akan memasuki masa transisi atau pancaroba pada November. Pada periode tersebut, hujan mulai berpotensi turun dengan intensitas rendah hingga menengah, meski distribusinya belum merata. “Curah hujan yang tinggi dan mulai merata diperkirakan baru terjadi pada Desember,” katanya.

Joko menyebut kemarau yang lebih panjang masih merupakan bagian dari siklus tahunan. Perbedaannya pada tahun ini terletak pada durasi musim kering yang lebih panjang dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Meski demikian, BPBD Kota Kediri memastikan kondisi cuaca saat ini masih berada dalam batas normal dan belum mengarah pada kekeringan ekstrem. Suhu udara berada pada kisaran 25 hingga 33 derajat Celsius, sedangkan kelembapan berkisar 13 hingga 82 persen.

Selain suhu dan kelembapan, kecepatan angin juga menjadi perhatian. Angin tercatat bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 10 hingga 35 kilometer per jam. “Memang ada peningkatan, tetapi kondisinya masih dalam batas normal,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi angin tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas menggunakan sepeda motor. Warga juga diminta menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan ketika angin bertiup kencang.

“Ketika angin cukup kencang, masyarakat sebaiknya tidak berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon tua, baliho, maupun tiang listrik,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak kemarau yang lebih panjang, BPBD Kota Kediri telah melakukan koordinasi lintas sektor. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Pertanian terkait sosialisasi program masa tanam, PDAM untuk memastikan ketersediaan air bersih, serta Dinas Kesehatan guna mengantisipasi potensi peningkatan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA akibat kondisi udara yang berdebu.

BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah yang secara historis memiliki potensi mengalami kekeringan, termasuk kawasan Lebak Tumpang. Namun hingga kini, belum ada laporan kekeringan yang diterima BPBD Kota Kediri.

“Daerah yang secara historis rawan kekeringan sudah kami petakan, salah satunya kawasan Lebak Tumpang. Tetapi sejauh ini belum ada laporan terkait kekeringan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....