Musim Kemarau Panjang Jadi Faktor Fluktuasi Harga Bapok di Pasaran

  • 28 Sep 2026 16:54 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri — Musim kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi fluktuasi harga sejumlah bahan pokok di pasaran Kabupaten Kediri. Kondisi tersebut terutama terlihat pada komoditas hortikultura seperti cabai.

Kabid Ketersediaan, Distribusi, dan Kerawanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Arbai, mengatakan kondisi cuaca kering dapat memengaruhi produksi sejumlah komoditas pangan. Dampaknya berbeda-beda di setiap wilayah, bergantung pada sistem pengairan dan kondisi lahan pertanian.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah cabai. Saat ini, harga cabai rawit berada di kisaran Rp64.000 per kilogram. Sementara cabai keriting sekitar Rp44.000 dan cabai merah besar mencapai sekitar Rp38.000 per kilogram.

Menurut Arbai, kemarau panjang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produksi cabai di sejumlah sentra Kabupaten Kediri. Wilayah dengan sistem pengairan yang bergantung pada hujan menghadapi tantangan lebih besar ketika curah hujan belum mencukupi.

“Seperti di wilayah Puncu dan Kepung, pengairannya masih mengandalkan hujan karena belum menggunakan sistem irigasi teknis. Kalau hujan belum turun, petani belum mulai menanam. Kalaupun ada yang tetap menanam, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengairan,” ujarnya, Senin, 28 September 2026.

Sementara itu, kondisi di wilayah Pagu dan Plosoklaten berbeda karena berada di dataran yang lebih rendah dan memiliki sistem pengairan yang tidak sepenuhnya bergantung pada hujan. Perbedaan tersebut membuat dampak kemarau terhadap kegiatan budidaya tidak seragam di setiap wilayah.

Kenaikan harga cabai di pasar juga tidak terlepas dari biaya produksi yang harus ditanggung petani. Selama kemarau, kebutuhan pengairan dan perawatan tanaman dapat meningkat agar tanaman tetap tumbuh serta menghasilkan panen.

Selain cabai, Satgas Pangan Kabupaten Kediri turut mencermati perkembangan harga komoditas daging. Harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp125.000 per kilogram, atau meningkat dari harga normal sekitar Rp120.000. Sementara harga daging ayam berada di kisaran Rp38.000 per kilogram.

“Untuk daging memang ada kenaikan, tetapi sejauh ini masih dalam tingkat yang tidak terlalu signifikan,” jelasnya.

Berbeda dengan cabai dan daging, harga telur justru mengalami penurunan. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp24.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp23.000 per kilogram.

“DKPP setiap hari memantau perkembangan harga. Jika terlihat ada kecenderungan kenaikan atau komoditas yang mulai perlu diwaspadai, kami akan berkomunikasi dengan anggota Satgas untuk turun ke lapangan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....