Menko Pangan Dorong Pasar Murah Atasi Paceklik
- 04 Okt 2026 17:57 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID Jombang - Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengimbau seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk meningkatkan kepedulian sosial. Langkah cepat ini dinilai sangat mendesak demi merespons tantangan iklim yang sedang melanda sejumlah wilayah di tanah air.
Musim kemarau panjang yang terjadi tahun ini telah membawa dampak cukup signifikan bagi sektor pertanian dan stabilitas ekonomi masyarakat bawah. Kondisi paceklik tersebut membuat daya beli warga terhadap komoditas pangan pokok menjadi semakin rentan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa penanganan dampak kekeringan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah pusat semata. Diperlukan kerja sama lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan swasta.
Dalam arahannya, Menko Pangan secara khusus mengajak para kepala daerah mulai dari tingkat kabupaten, kota, hingga kecamatan untuk aktif bergerak. Peran serta aktif aparatur di tingkat lokal sangat menentukan ketepatan sasaran bantuan di lapangan.
Selain jajaran birokrasi pemerintahan daerah, Zulkifli Hasan juga mengimbau kalangan dunia usaha untuk turut ambil bagian. Pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dipandang sebagai instrumen yang tepat.
"Saya mengajak seluruh, apakah perusahaan, apakah bupati, wali kota, camat ya, untuk ikut sekarang ini di musim paceklik kemarau panjang agar kita mengadakan pasar murah," ujar Zulkifli Hasan dalam keterangannya.
Pelaksanaan pasar murah di berbagai titik strategis diyakini mampu menjadi solusi cepat dalam memangkas rantai distribusi pangan. Warga dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran umum.
Sinergi antara korporasi swasta dan pemerintah daerah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan. Dengan demikian, semakin banyak kelompok masyarakat rentan yang merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
"Perusahaan-perusahaan dengan CSR-nya, bupati, wali kota, camat, kepala desa, ayo kita ikut membantu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat kita karena kemarau panjang dan paceklik, untuk mengadakan pasar murah sehingga masyarakat terbantu," tambah Zulkifli.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan berkomitmen untuk terus memonitor perkembangan ketersediaan pangan di berbagai daerah. Koordinasi intensif dengan kementerian teknis terkait terus dilakukan guna mengantisipasi gejolak harga lebih lanjut.
Gerakan masif pasar murah ini juga diharapkan dapat menjaga stabilitas inflasi daerah sekaligus meredam kepanikan pasar. Pemerintah menjamin ketersediaan stok bahan pokok secara nasional masih berada dalam kondisi yang aman.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada dalam menghadapi dinamika harga pangan akibat cuaca ekstrem. Pemerintah daerah diminta proaktif mengajukan permohonan operasi pasar jika di wilayahnya mulai terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, dampak buruk dari musim paceklik diyakini dapat diminimalisasi secara optimal. Solidaritas sosial menjadi kunci utama ketahanan pangan nasional saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....