Puncak Musim Kemarau Picu Fluktuasi Harga Cabai dan Bawang di Pare

  • 05 Sep 2026 22:10 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mengalami fluktuasi pada awal September 2026. Perubahan harga paling terlihat pada komoditas cabai dan bawang, di tengah kondisi cuaca buruk pada puncak musim kemarau yang turut memengaruhi ketersediaan sejumlah bahan pangan.

Pedagang cabai di Pasar Pamenang Pare, Choiriyah, mengatakan harga cabai rawit kecil saat ini berada di kisaran Rp75.000 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut masih berpeluang meningkat apabila kondisi pasokan belum kembali stabil.

Choiriyah menjelaskan, harga cabai merah juga mengalami kenaikan. Komoditas tersebut yang sebelumnya berada di kisaran Rp24.000 per kilogram, kini dijual sekitar Rp30.000 per kilogram.

“Cabai rawit kecil sekarang sekitar Rp75.000 per kilogram. Ada kemungkinan naik lagi sampai Rp80.000. Kalau cabai merah sebelumnya sekitar Rp24.000, sekarang sudah Rp30.000 per kilogram,” ujar Choiriyah kepada RRI, Sabtu, 5 September 2026.

Sementara itu, harga cabai hijau yang biasa digunakan sebagai lalapan masih relatif stabil. Komoditas tersebut berada di kisaran Rp20.000 per kilogram dan belum menunjukkan perubahan harga yang berarti dibandingkan jenis cabai lainnya.

Sementara itu, Pedagang sayur di Pasar Pamenang Pare, Umi, mengatakan perubahan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Saat ini, bawang merah dijual sekitar Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram.

“Untuk bawang merah sekarang sekitar Rp40.000 per kilogram, sementara bawang putih sekitar Rp30.000. Memang ada kenaikan pada beberapa komoditas, tetapi sayuran lainnya masih cenderung stabil,” kata Umi.

Menurut Umi, perubahan harga pada sebagian besar sayuran belum terlalu signifikan. Kondisi tersebut membuat harga sejumlah komoditas lainnya masih relatif terkendali meskipun terdapat perubahan pada beberapa jenis bahan pangan.

Perubahan harga tersebut terjadi ketika kondisi cuaca di tengah puncak musim kemarau masih memengaruhi aktivitas produksi dan distribusi sejumlah komoditas pangan. Kondisi cuaca dapat berdampak terhadap ketersediaan pasokan dan pada akhirnya memengaruhi harga yang diterima konsumen di pasar tradisional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....