BMKG Perkirakan Hujan di Kediri Mulai November

  • 21 Agt 2026 10:00 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Wilayah Kediri diperkirakan masih berada dalam kondisi kemarau hingga memasuki Oktober 2026. Hujan mulai berpotensi muncul pada November, meski curah hujan pada awal periode tersebut diperkirakan belum terlalu tinggi.

Forecaster BMKG Dhoho Kediri, Mafian Purnomo, mengatakan kondisi cuaca di Kediri pada Agustus hingga Oktober masih didominasi musim kemarau. Sementara memasuki November, potensi hujan mulai meningkat, namun belum menunjukkan curah hujan yang signifikan.

“Kondisi curah hujan pada 2026 juga dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Berdasarkan pemantauan BMKG, pada Juni, Juli hingga Agustus kondisi El Nino masih berada pada fase kuat dan diprediksi dapat berlangsung hingga sekitar Agustus-September,” ucapnya kepada RRI, Jumat, 21 Agustus 2026.

Mafian menjelaskan, kondisi El Nino menyebabkan massa udara dan uap air menjauh dari wilayah Indonesia. Ditambah dominasi angin monsun Australia serta massa udara dingin, kondisi tersebut dapat mengurangi pertumbuhan awan hujan sehingga potensi curah hujan di wilayah Jawa Timur, termasuk Kediri, menjadi lebih rendah.

“Untuk menentukan secara lebih rinci mengenai puncak musim hujan pada akhir 2026, BMKG Dhoho Kediri masih menunggu hasil analisis dan informasi dari BMKG pusat. Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk memberikan prakiraan yang lebih spesifik untuk wilayah Jawa Timur dan Kediri,” katanya.

Ia memaparkan meski curah hujan diperkirakan belum tinggi, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Wilayah lereng gunung dan perbukitan dengan topografi curam berpotensi mengalami longsor, sedangkan kawasan di sekitar aliran sungai perlu mewaspadai kenaikan debit air yang dapat memicu banjir maupun genangan.

Mafian mengimbau masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi sejak sekarang, antara lain menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran maupun aliran sungai tidak tersumbat. Masyarakat juga diminta memangkas pohon yang berisiko tumbang, mempersiapkan kondisi rumah, serta rutin memantau informasi cuaca dari BMKG dan mengenali jalur evakuasi di sekitar tempat tinggal.

Sementara itu, terkait suhu udara yang terasa lebih dingin dalam beberapa waktu terakhir, Mafian menyebut kondisi tersebut merupakan fenomena bediding yang umum terjadi pada musim kemarau, terutama sekitar Juni hingga September. Suhu biasanya lebih rendah pada malam hingga pagi hari, dengan kelembapan relatif rendah, langit cenderung cerah, siang hari terasa panas, dan hujan relatif jarang terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....