Pemkot Kediri Siapkan Strategi Hadapi Tantangan Literasi Digital
- 20 Sep 2026 17:23 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Pemerintah Kota Kediri menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi tantangan literasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Upaya tersebut dilakukan dengan menyesuaikan penyediaan bahan bacaan, memperluas akses literasi, serta menciptakan ruang membaca yang nyaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, Zachrie Achmad, mengatakan perubahan pola masyarakat dalam mengakses informasi turut memengaruhi minat terhadap buku cetak. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu direspons dengan pendekatan literasi yang mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.
“Di tengah perkembangan dunia digital, mengajak masyarakat kembali mencintai buku memang tidak mudah. Karena itu, kita harus mengikuti kebutuhan pembaca, salah satunya dengan menyediakan bahan bacaan dalam format digital,” ujar Zachrie saat ditemui RRI usai membuka HOMPIMPA! Festivaria Sastra Anak Dhanapura di Rumah Budaya-Warung Setono Goerih, Kota Kediri, Minggu, 20 September 2026.
Menurut Zachrie, digitalisasi bahan bacaan bukan berarti keberadaan buku fisik dan perpustakaan ditinggalkan. Penyediaan berbagai pilihan bahan bacaan justru diperlukan agar masyarakat dapat memilih bentuk akses yang sesuai dengan kebutuhannya.
Selain koleksi bacaan, pemerintah juga berupaya menghadirkan ruang membaca yang nyaman. Menurut Zachrie, fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan minat masyarakat terhadap kegiatan membaca di tengah perubahan kebiasaan akibat perkembangan teknologi.
Ia menambahkan, peningkatan literasi juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk komunitas literasi. Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan sekaligus mendorong kegemaran membaca sejak usia anak.
“Kegiatan literasi seperti ini penting karena bisa menumbuhkan kegemaran membaca sekaligus memperluas pengetahuan anak. Manfaatnya bukan hanya untuk saat ini, tetapi juga menjadi bekal bagi mereka di masa mendatang,” katanya.

Upaya menjaga keberlanjutan literasi juga dilakukan Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) Regional Kediri. Komunitas tersebut menyiapkan sejumlah kegiatan lanjutan setelah HOMPIMPA! Festivaria Sastra Anak Dhanapura, agar aktivitas literasi tidak berhenti setelah festival berakhir.
Ketua Pelaksana HOMPIMPA! Festivaria Sastra Anak Dhanapura, Gema Rohullah Khumaini, mengatakan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pengembangan gerakan literasi anak. Menurutnya, kegiatan festival perlu dilanjutkan dengan aktivitas yang dapat dilakukan secara rutin di tengah masyarakat.
“Festival ini bukan tujuan akhir. Setelah kegiatan selesai, harus ada kegiatan lanjutan yang meninggalkan dampak. Menjaga keberlanjutan itulah yang menjadi tantangan dan tanggung jawab bersama,” ujar Gema.
Salah satu kegiatan yang akan diperkuat GPAN adalah lapak baca mingguan di sejumlah ruang publik, seperti kawasan car free day dan taman. Lapak tersebut tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi ruang bagi anak untuk berinteraksi dengan bacaan, sastra, dan kegiatan kreatif.
GPAN juga akan memasukkan permainan tradisional dalam kegiatan literasi. Upaya tersebut dilakukan untuk kembali mengenalkan berbagai dolanan anak yang semakin jarang dimainkan seiring perubahan pola bermain ke aktivitas berbasis digital.
Selain kegiatan lapak baca, GPAN menyiapkan katalogisasi permainan tradisional dan dongeng anak. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat membantu menghimpun berbagai bentuk sastra dan permainan anak yang masih berkembang maupun yang mulai jarang dikenal.
“Kami juga akan mulai melakukan katalogisasi. Permainan anak perlu dipetakan, begitu juga dengan dongeng anak. Memang ini pekerjaan yang panjang, tetapi harus dimulai agar kekayaan tersebut tidak hilang,” ucapanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....