Pasar Bandar Lumpuh Sehari, Ratusan Pedagang Pertanyakan Aturan Perumda

  • 01 Sep 2026 20:42 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Aktivitas perdagangan di Pasar Bandar Kota Kediri lumpuh total
  • Ratusan pedagang memilih menghentikan jual beli sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pengelolaan pasar oleh Perumda Pasar Joyoboyo yang dinilai memberatkan

RRI.CO.ID, Kediri - Aktivitas perdagangan di Pasar Bandar Kota Kediri lumpuh total pada Selasa, 1 September 2026. Ratusan pedagang memilih menghentikan jual beli sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pengelolaan pasar oleh Perumda Pasar Joyoboyo yang dinilai memberatkan.

Aksi mogok ini diikuti lebih dari 200 pedagang. Mereka berharap Pemerintah Kota Kediri turun tangan mempertemukan pedagang dengan Perumda Pasar Joyoboyo untuk mencari jalan keluar bersama.

Pedagang gerabah Pasar Bandar, Yunus, mengatakan persoalan sudah dirasakan sejak 3 tahun terakhir saat pengelolaan pasar beralih dari Pemkot ke Perumda Pasar Joyoboyo. "Harapan kami pasar itu bagaimana supaya ramai, ekonomi berjalan lancar dan bisa membantu perekonomian mikro. Tetapi beberapa regulasi yang diterapkan justru kami rasakan bertolak belakang," ujar Yunus.

Salah satu yang disoroti adalah perubahan sistem akses masuk dan pengelolaan parkir. Yunus menyebut sekitar 2 tahun terakhir pintu masuk diatur dan ada petugas retribusi. Dampaknya jumlah pengunjung menurun drastis.

"Setelah sistem seperti itu, pengunjung menurun drastis. Dari pihak pedagang sudah sejak dulu mengajukan keberatan, tetapi belum mendapatkan solusi," katanya.

Pedagang juga mempersoalkan kebijakan sewa kios. Awalnya hanya disosialisasikan membayar Rp200 ribu per tahun. Namun setelah menandatangani dokumen, pedagang baru mengetahui ada banyak ketentuan lain.

"Ternyata banyak faktor yang menurut kami memberatkan. Kami merasa tidak memiliki kepastian mengenai hak atas kios yang selama ini ditempati," ucap Yunus.

Keluhan lain muncul terkait tagihan bagi kios yang tidak buka. Beberapa pedagang menerima tagihan mulai Rp160 ribu hingga Rp1,2 juta untuk periode Januari-Agustus 2026.

"Dulu kalau tutup ya tidak seperti ini. Sekarang ada aturan lagi. Pedagang yang tutup kemudian dihitung dan muncul tagihan," katanya.

Para pedagang mengatakan, aksi ini bukan menolak aturan, melainkan meminta ruang dialog. Mereka mengusulkan pertemuan 4 pihak: pedagang, Pemkot Kediri, Perumda Pasar Joyoboyo, dan DPRD Kota Kediri.

"Kami cari win-win solution. PAD tetap tercukupi, tetapi pedagang juga mendapatkan kepastian hukum," kata Yunus.

Aksi mogok hanya berlangsung 1 hari. Aktivitas jual beli dipastikan kembali normal Rabu 2 September 2026. Yunus mengajak warga untuk kembali berbelanja ke Pasar Bandar.

Di sisi lain, Dirut Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi, mengatakan, telah membuka ruang dialog dengan pedagang. Pedagang berharap dialog juga melibatkan Pemkot dan DPRD agar setiap keputusan punya dasar kesepakatan yang jelas.

Bagi pedagang, Pasar Bandar bukan sekadar tempat mencari nafkah, tapi penggerak ekonomi mikro Kota Kediri. Mereka berharap kebijakan tetap mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....