Hadapi Tantangan Digitalisasi, PGRI Kabupaten Kediri Launching ToT Coding dan AI
- 08 Sep 2026 12:40 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Menghadapi tantangan digitalisasi pembelajaran, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kediri launching Training of Trainer (ToT) coding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program PGRI Power bertajuk “1 Juta Guru Mahir Coding dan AI” yang digelar di SMAN 1 Wates, Kabupaten Kediri, Selasa, 8 September 2026.
Pelaksanaan ToT berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 10 September 2026. Sebanyak 54 guru mengikuti pelatihan sebagai calon pelatih yang nantinya diharapkan mampu menularkan keterampilan coding dan AI kepada guru lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah PGRI dalam mempersiapkan guru menghadapi perkembangan teknologi dan kebijakan digitalisasi pembelajaran.
“Peserta ToT ini nantinya menjadi calon pelatih PGRI Power di tingkat kecamatan. Mereka akan meneruskan pelatihan dengan sasaran guru di wilayah masing-masing,” ujar Muhsin.
Muhsin menjelaskan, penguatan kemampuan coding dan AI diperlukan agar guru tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi. Terlebih, pemerintah pusat saat ini juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Ia menilai kemampuan teknologi kini menjadi bagian dari kompetensi yang perlu dimiliki guru untuk menunjang pelaksanaan tugas profesionalnya.

“Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan cepat, sementara digitalisasi pembelajaran juga terus didorong. Karena itu, guru perlu meningkatkan kompetensinya agar mampu menjalankan tugas secara profesional,” katanya.
Muhsin berharap program tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan ToT. Para calon pelatih diharapkan segera melakukan diseminasi di tingkat cabang atau kecamatan sehingga kemampuan coding dan AI dapat semakin banyak dikuasai anggota PGRI.
“Harapannya, setelah launching dan ToT ini, kegiatan dapat ditindaklanjuti di kecamatan atau cabang masing-masing. Dengan begitu, semakin banyak anggota PGRI yang memiliki keterampilan dalam coding dan AI,” katanya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Imam Suhodo, mengatakan peserta ToT terdiri atas perwakilan cabang PGRI serta dua peserta dari Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP). Mereka diproyeksikan menjadi pionir penguasaan coding dan AI di masing-masing wilayah.
“Output dari kegiatan ini adalah menyiapkan dua guru dari setiap cabang sebagai pionir. Setelah memiliki kemampuan coding dan AI, mereka akan mendiseminasikan pengetahuan tersebut kepada guru lain di kecamatan maupun sekolah masing-masing,” kata Imam.
Menurut Imam, peningkatan kemampuan guru tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memberikan dampak kepada peserta didik. Guru yang telah menguasai coding dan AI diharapkan dapat membimbing siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara tepat.

Sementara itu, salah satu peserta ToT, Rosy Ratna Puri, Guru SDN Cerme 2 Grogol, menilai penguasaan AI dan coding penting tidak hanya untuk membantu pekerjaan guru, tetapi juga untuk membimbing siswa dalam menggunakan teknologi secara bijak.
Rosy mengatakan penggunaan AI di kalangan siswa saat ini sudah cukup berkembang. Karena itu, guru perlu memahami teknologi tersebut agar dapat memberikan arahan sekaligus mencegah pemanfaatan AI yang justru mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas siswa.
“Kami berharap tidak hanya mahir menggunakan AI dan coding, tetapi juga mampu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara memanfaatkannya secara bijaksana dan sesuai aturan,” ucap Rosy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....