Dekopinda Kota Kediri Siapkan Generasi Muda sebagai Penggerak Koperasi
- 16 Agt 2026 16:03 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Kediri menyiapkan generasi muda untuk menjadi penggerak baru koperasi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dekopinda dalam melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat ekonomi lokal.
Keterlibatan generasi muda dinilai penting seiring perkembangan zaman yang semakin dekat dengan teknologi dan ekonomi digital. Dekopinda Kota Kediri berupaya mengenalkan koperasi kepada kalangan muda, mulai dari manfaat hingga proses berorganisasi di dalam lembaga perkoperasian.
Ketua Dekopinda Kota Kediri, Firdaus, mengatakan dukungan generasi muda dapat diawali dengan memberikan pemahaman mengenai koperasi. Menurutnya, generasi muda perlu mengetahui manfaat koperasi sekaligus memahami bagaimana organisasi tersebut dijalankan.
"Generasi muda perlu dikenalkan terlebih dahulu apa manfaat koperasi dan bagaimana proses berorganisasi di dalamnya. Dengan pemahaman tersebut, kami berharap mereka tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga bisa ikut mengembangkan koperasi," ujar Firdaus, pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Firdaus menambahkan, koperasi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar semakin menarik bagi generasi muda.
"Pemanfaatan teknologi dan inovasi dinilai menjadi bagian penting untuk membuat koperasi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat saat ini," katanya.
Sementara itu, Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto berharap, kepemimpinan baru Dekopinda Kota Kediri dapat semakin aktif mengedukasi masyarakat mengenai koperasi. Edukasi dinilai penting agar masyarakat memahami bahwa koperasi masih memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian.
Slamet menyebut terdapat tiga tantangan utama dalam pengembangan koperasi, yakni regulasi, kompetisi, dan digitalisasi. Ketiga aspek tersebut perlu dihadapi agar koperasi mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola ekonomi masyarakat.
"Yang pertama regulasi, kemudian kompetisi, dan yang ketiga digitalisasi. Tiga hal ini menjadi tantangan yang harus dijawab koperasi, sehingga diperlukan edukasi dan penguatan kapasitas pengurus maupun anggota," kata Slamet.
Lebih lanjut, Slamet menilai perkembangan koperasi di Jawa Timur saat ini relatif lebih baik dibandingkan kondisi di tingkat kabupaten dan kota. Karena itu, penguatan koperasi di daerah perlu terus dilakukan dengan melihat kondisi masing-masing koperasi.
Ke depan, Dekopinda setempat diharapkan melakukan pemetaan terhadap berbagai jenis koperasi yang masih eksis maupun yang mulai mengalami kesulitan. Pemetaan tersebut diperlukan untuk menentukan bentuk pendampingan dan pengembangan yang sesuai.
Dengan melibatkan generasi muda sekaligus memperkuat edukasi, inovasi, dan digitalisasi, gerakan koperasi di Kota Kediri diharapkan mampu terus berkembang serta menjadi salah satu kekuatan dalam membangun ekonomi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....