Awal September 2026, Stok Darah PMI Kabupaten Kediri Capai 453 Kantong
- 01 Sep 2026 16:04 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri – Persediaan darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Kediri mencapai 453 kantong pada 1 September 2026. Jumlah tersebut terdiri atas berbagai produk darah dari golongan A, B, O, dan AB yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan transfusi pasien di sejumlah fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data stok per 1 September 2026, darah golongan A tersedia sebanyak 88 kantong, terdiri atas 22 whole blood (WB), 37 packed red cells (PRC), lima leucodepleted, 10 thrombocyte concentrate (TC), sembilan fresh frozen plasma (FFP), dan lima liquid plasma (LP).
Sementara itu, stok darah golongan B menjadi yang terbanyak dengan total 208 kantong. Rinciannya meliputi 42 WB, 131 PRC, 10 leucodepleted, delapan TC, 12 FFP, dan lima LP.
Untuk golongan O, PMI Kabupaten Kediri mencatat persediaan sebanyak 217 kantong. Jumlah tersebut terdiri atas 64 WB, 117 PRC, 10 leucodepleted, lima TC, 16 FFP, dan lima LP.
Adapun stok darah golongan AB tercatat 19 kantong, yang terdiri atas dua WB, dua PRC, satu leucodepleted, satu TC, delapan FFP, dan lima LP. Dengan demikian, total seluruh produk darah yang tersedia mencapai 453 kantong.
Staf Unit Donor Darah PMI Kabupaten Kediri, Yongki Frida Efendi, mengatakan pemantauan persediaan darah dilakukan setiap hari. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi stok sekaligus menjaga agar kebutuhan transfusi pasien tetap dapat dipenuhi.
| Baca juga: Demokrat Gelar Aksi Sosial Sambut HUT ke-25 |
“Setiap hari kami melakukan pemantauan terhadap ketersediaan darah agar kebutuhan pasien di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya dapat terpenuhi,” kata Yongki.
Menurut Yongki, pemantauan stok perlu dilakukan secara berkelanjutan karena kebutuhan darah di Kabupaten Kediri cukup tinggi. Dalam satu bulan, kebutuhan darah rata-rata mencapai sekitar 1.500 kantong.
Kondisi tersebut membuat PMI Kabupaten Kediri tidak hanya mengandalkan stok yang tersedia, tetapi juga terus mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah secara rutin. Ketersediaan darah sangat bergantung pada keberlanjutan pasokan dari para pendonor.
Yongki menjelaskan, PMI Kabupaten Kediri secara berkala menggelar kegiatan donor darah keliling dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan instansi pemerintah, perusahaan, lembaga pendidikan, maupun komunitas.
“Kami bekerja sama dengan instansi pemerintah, perusahaan, lembaga pendidikan, hingga komunitas masyarakat untuk menggelar donor darah keliling sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kegiatan ini menjadi salah satu cara menjaga kesinambungan stok darah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan pendonor memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan darah karena hasil donor akan digunakan bagi pasien yang membutuhkan transfusi. Darah tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai kondisi medis, mulai dari penanganan penyakit, tindakan operasi, hingga keadaan kegawatdaruratan.
Karena itu, masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan diharapkan tidak hanya mendonorkan darah ketika terjadi kekurangan stok. Donor darah secara berkala dinilai dapat membantu menjaga ketersediaan darah sehingga kebutuhan pasien dapat dipenuhi secara berkesinambungan.
PMI Kabupaten Kediri juga terus mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari kegiatan rutin. Upaya tersebut diperlukan untuk menjaga pasokan darah tetap tersedia sekaligus mendukung kelancaran pelayanan transfusi bagi pasien di wilayah Kabupaten Kediri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....