Panen Tembakau Jombang Diperkirakan Tuntas Akhir Oktober 2026
- 16 Sep 2026 20:02 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Panen tembakau di Kabupaten Jombang diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober 2026. Hingga pertengahan September ini, luas panen tercatat mencapai 3.279,14 hektare atau sekitar 51,82 persen dari total luas tanam yang mencapai 6.327,70 hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Moch. Roni, mengatakan waktu penyelesaian panen berbeda di setiap wilayah karena menyesuaikan kondisi tanaman dan kesiapan lahan. Sejumlah kecamatan diperkirakan menyelesaikan panen pada akhir September, sedangkan wilayah lainnya baru tuntas pada Oktober.
Roni menjelaskan, sebagian besar areal tembakau di Kabupaten Jombang berada di kawasan utara Brantas. Perbedaan waktu panen antarkecamatan dipengaruhi perkembangan tanaman serta kondisi masing-masing lahan.
“Untuk keseluruhan panen, waktunya memang berbeda-beda di setiap wilayah. Ada yang diperkirakan selesai akhir September, sementara sebagian lainnya masih berlangsung sampai Oktober,” ujar Roni, Rabu, 16 September 2026.
Di Kecamatan Ploso, luas tanam tembakau mencapai 1.350 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1.080 hektare telah dipanen dan keseluruhan panen diperkirakan selesai pada akhir September 2026.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Ngusikan dan Kudu. Ngusikan memiliki luas tanam 328,37 hektare dengan luas panen 262,696 hektare, sedangkan Kudu memiliki luas tanam 1.025 hektare dengan 718 hektare di antaranya telah dipanen. Keduanya diperkirakan menyelesaikan panen pada akhir September.
Sementara itu, Kecamatan Plandaan memiliki luas tanam 991,33 hektare dan luas panen 297,40 hektare. Wilayah tersebut diperkirakan menuntaskan panen pada awal Oktober 2026.
Proses panen paling panjang diperkirakan berlangsung di Kecamatan Kabuh. Dari total luas tanam 2.633 hektare, baru sekitar 922 hektare yang tercatat telah dipanen. Panen keseluruhan di wilayah ini diperkirakan selesai pada akhir Oktober.
Selain perkembangan panen, harga tembakau rajangan saat ini berada pada kisaran Rp42.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Harga tersebut tidak seragam karena dipengaruhi kualitas rajangan, termasuk penggunaan campuran gula, serta permintaan dari pabrik.
“Perbedaannya dipengaruhi campuran gula atau tidak, dan juga permintaan pabrik,” jelas Roni.
Dari total luas tanam 6.327,70 hektare, luas panen yang telah tercatat mencapai 3.279,14 hektare. Artinya, masih terdapat sekitar 3.048,56 hektare lahan yang belum masuk dalam catatan luas panen.
Roni menegaskan capaian tersebut masih akan bertambah seiring berlangsungnya panen di sejumlah kecamatan. Dinas Pertanian Jombang masih memantau perkembangan panen hingga seluruh areal tembakau selesai dipanen.
“Secara keseluruhan, luas tanam tembakau di Jombang mencapai 6.327,70 hektare dan luas panen yang sudah tercatat 3.279,14 hektare atau 51,82 persen,” ucapnya.
Dengan jadwal panen yang berbeda di setiap wilayah, penyelesaian seluruh panen tembakau Jombang diproyeksikan paling lambat pada akhir Oktober 2026, terutama setelah proses panen di Kecamatan Kabuh rampung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....