Ribuan Santri Tebuireng Sambut Gus Kikin usai Terpilih Menjadi Ketum PBNU
- 31 Agt 2026 20:21 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Ribuan santri Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, menyambut kepulangan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin setelah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031. Penyambutan berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Senin, 31 Agustus 2026.
Gus Kikin yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng terpilih memimpin PBNU dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.
Kedatangan Gus Kikin disambut antusias oleh para santri. Suasana haru dan kegembiraan terlihat ketika ribuan santri memberikan sambutan kepada pengasuh pesantren mereka yang kini mendapat amanah memimpin PBNU.
Setelah tiba di Tebuireng, Gus Kikin melanjutkan kegiatan dengan berziarah ke kompleks makam keluarga pesantren. Ia menuju makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dengan membawa tongkat milik pendiri Nahdlatul Ulama tersebut.
Dalam ziarah itu, Gus Kikin didampingi KH Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah. Keduanya melakukan tabur bunga di makam KH Hasyim Asy’ari, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta sejumlah keluarga besar Tebuireng yang dimakamkan di kompleks tersebut.
Gus Kikin mengaku terharu mengetahui para santri telah menyiapkan penyambutan untuk kepulangannya. “Saya baru tahu di perjalanan kalau ada yang menyambut. Alhamdulillah, kebersamaan seperti ini tentu sangat kita syukuri dan semoga mendapat rida Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujar Gus Kikin.
| Baca juga: Duta Besar Australia Ziarah ke Makam Gus Dur |
Ia mengatakan, amanah sebagai Ketua Umum PBNU diperolehnya setelah melalui rangkaian proses panjang dalam Muktamar ke-35 NU.
“Setelah menjalani proses yang panjang selama beberapa hari, pagi tadi saya akhirnya diberi amanah untuk menjadi Ketua Umum PBNU,” katanya.
Gus Kikin menyadari jabatan tersebut membawa tanggung jawab besar. Karena itu, ia mengajak para santri Tebuireng untuk terus memperdalam ilmu dan menjaga warisan keilmuan yang ditinggalkan KH Hasyim Asy’ari.
Menurutnya, Tebuireng memiliki posisi penting dalam menjaga dan meneruskan tradisi keilmuan yang diwariskan langsung oleh pendiri NU. Para santri diharapkan tidak hanya mempelajari ilmu, tetapi juga memahami nilai-nilai yang menjadi dasar perjuangan Hadratussyaikh.
“Untuk para santri, teruslah belajar dan mengambil pelajaran dari apa yang ditinggalkan Hadratussyaikh. Pelajarilah ilmu-ilmu yang diajarkan di pesantren, terutama ilmu yang diwariskan oleh Hadratussyaikh,” ucap Gus Kikin.
Terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU menandai dimulainya masa khidmat kepengurusan baru periode 2026–2031 setelah Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....