Duta Besar Australia Ziarah ke Makam Gus Dur

  • 18 Agt 2026 20:42 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Jombang – Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Rod Brazier, berziarah ke makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Selasa, 18 Agustus 2026. Agenda tersebut juga menjadi salah satu agenda kunjungan kerja Rod ke Jombang.

Rod datang bersama putri Gus Dur, Yenny Wahid. Bagi Rod, ziarah tersebut memiliki arti khusus karena ia telah mengenal nama Gus Dur sejak masih menjadi mahasiswa di Australia. Rod mengaku telah mendengar tentang Gus Dur sejak berusia sekitar 20 tahun. Ia kemudian berkesempatan bertemu langsung dengan Gus Dur pada 1992.

“Ketika saya masih mahasiswa di Australia, sekitar usia 20-an, saya sudah mendengar nama Gus Dur. Kalau tidak salah, saya kemudian bertemu beliau pada 1992,” kata Rod.

Setelah sekitar 34 tahun berlalu, Rod kembali mengunjungi Jombang. Kali ini, ia berkesempatan berziarah ke makam Gus Dur bersama Yenny Wahid. “Sekarang, setelah 34 tahun, saya bisa kembali ke Jombang dan berziarah ke makam beliau bersama Ibu Yenny,” ujarnya.

Usai ziarah, Rod melanjutkan agenda dengan bertemu dan makan siang bersama sejumlah ulama serta pimpinan pondok pesantren di Jombang. Pertemuan itu membahas sejarah pesantren dan perjalanan Nahdlatul Ulama di Jombang.

Rod mengatakan, pertemuan tersebut memberinya kesempatan untuk mendengar langsung berbagai cerita mengenai perkembangan pesantren dan NU di Jombang. “Saya berkesempatan bertemu para ulama di Jombang dan makan bersama. Dari pertemuan itu, saya mendapat banyak cerita menarik tentang sejarah pesantren dan NU di sini,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Rod juga menyoroti pentingnya nilai toleransi dan keberagaman. Menurutnya, pesan mengenai perdamaian dan toleransi semakin dibutuhkan di tengah penggunaan media sosial yang dapat memicu polarisasi.

“Di tengah perkembangan dunia dan media sosial seperti sekarang, pesan tentang toleransi menjadi semakin penting,” katanya.

Rod menilai Jombang memiliki pengalaman dalam membangun kehidupan masyarakat yang toleran dan dapat menjadi pembelajaran bagi Australia. “Saya berharap Australia dapat belajar dari apa yang telah dilakukan di Jombang, karena menurut saya ini merupakan contoh yang luar biasa,” ujarnya.

Kunjungan Rod diharapkan turut memperkuat hubungan Australia dengan Jawa Timur, khususnya Jombang. Sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan antara lain pendidikan, kebudayaan, serta dialog lintas agama dan kepercayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....