PBNU Periode 2021-2026 Resmi Demisioner di Muktamar NU ke-35
- 30 Agt 2026 22:07 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 resmi dinyatakan demisioner dalam Muktamar ke-35 NU di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu, 30 Agustus 2026. Dengan keputusan tersebut, mandat kepengurusan dikembalikan kepada forum muktamar sebagai pemegang kewenangan dalam menentukan keberlanjutan kepemimpinan organisasi.
Pernyataan demisioner disampaikan Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU. Ia berharap seluruh proses pengabdian kepengurusan selama masa khidmah dapat berakhir dengan baik.
“Semoga sampai detik malam ini, seluruh masa khidmah yang kami jalankan benar-benar menjadi amanah dan berakhir dalam keadaan husnul khatimah,” ujar Kiai Miftachul.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan kepengurusan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah hal yang belum sepenuhnya dapat diselesaikan dan disempurnakan.
“Atas seluruh kesalahan, kealpaan, kekurangan, serta berbagai hal yang belum mampu kami sempurnakan, kami memohon maaf atas keterbatasan yang ada,” katanya.
Setelah masa kepengurusan berakhir, PBNU menyerahkan kembali mandat organisasi kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan di Muktamar NU ke-35.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, malam ini mandat PBNU masa khidmah 2021-2026 kami kembalikan kepada para PWNU dan pemegang keputusan. Dengan itu, kami menyatakan kepengurusan telah demisioner,” ujar Kiai Miftachul.
Kiai Miftachul turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan kepada jajaran PBNU. Dukungan tersebut dinilai membantu pengurus menjalankan tugas dan amanah organisasi.
“Kami menyampaikan terima kasih atas seluruh dukungan yang selama ini benar-benar membantu kami menjalankan tugas-tugas organisasi,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Kiai Miftachul berharap segala dukungan dan kerja sama yang diberikan selama masa kepengurusan mendapat balasan dari Allah SWT. Ia kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama.
“Semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda atas semuanya. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU demisioner KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya berharap kepengurusan PBNU selanjutnya dapat melanjutkan khidmah organisasi dengan lebih baik. Ia menyerahkan proses keberlanjutan kepemimpinan NU kepada forum Muktamar ke-35.
“Harapan kami, PBNU pada masa khidmah yang akan datang bisa menjadi lebih baik daripada kepengurusan sebelumnya,” ujar Gus Yahya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....