Presiden Dijadwalkan Tutup Agenda Muktamar NU ke-35
- 30 Agt 2026 15:04 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin, 31 Agustus 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden juga direncanakan menerima penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) NU.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengatakan penutupan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Presiden Prabowo disebut akan hadir langsung untuk mengakhiri rangkaian muktamar yang berlangsung sejak 27 Agustus 2026.
"Insyaallah acara penutupan muktamar akan ditutup langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Senin, 31 Agustus pukul 10.00 WIB," kata Gus Rozaq, Minggu, 31 Agustus 2026.
Menurut Gus Rozaq, acara penutupan akan dipusatkan di Gedung Serbaguna (GSG) kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Kepastian kehadiran Presiden telah dikonfirmasi melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Lokasinya di GSG. Teman-teman panitia sudah mengonfirmasi, insyaallah Senin pagi jam 10.00 RI 1 akan menutup kegiatan muktamar di Tambakberas," ujarnya.
Kehadiran Prabowo pada penutupan ini menjadi kunjungan keduanya dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU. Sebelumnya, Prabowo membuka muktamar pada Kamis (27/8/2026).
Gus Rozaq mengatakan, salah satu hal yang menjadi kesan Presiden saat pembukaan adalah sambutan peserta muktamar yang diikuti puluhan ribu muktamirin. Menurutnya, peserta tetap tertib selama mengikuti rangkaian acara.
"Beliau sangat terkesan sekali dengan penyambutan muktamirin kemarin yang jumlahnya puluhan ribu dan betul-betul sangat tertib. Muktamirin begitu hormat kepada Presiden Republik Indonesia," jelas Gus Rozaq.
Selain menghadiri penutupan, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menerima KTA NU. Penyerahan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan Presiden yang sebelumnya disampaikan dalam rangkaian muktamar.
Muktamar ke-35 NU di Tambakberas menjadi forum pengambilan sejumlah keputusan penting organisasi untuk masa khidmah 2026–2031. Agenda tersebut antara lain membahas Bahtsul Masail, laporan pertanggungjawaban PBNU, serta pemilihan Rais 'Aam dan Ketua Umum PBNU.
Salah satu keputusan penting muktamar berkaitan dengan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU. Dalam voting yang berlangsung hingga dini hari, sebanyak 401 dari 552 pemegang hak suara menyetujui penggunaan mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).
Sementara itu, 150 suara memilih mempertahankan mekanisme satu orang satu suara. Keputusan tersebut menjadi dasar perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU untuk periode 2026–2031.
Rangkaian muktamar selanjutnya akan ditutup dengan agenda yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Penutupan tersebut sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian forum tertinggi NU yang digelar di Tambakberas, Jombang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....