Harga Telur Cokelat di Kediri Tembus Rp22.000/kg

  • 30 Agt 2026 17:32 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Akhir Agustus 2026, harga telur ayam ras warna cokelat di pasar tradisional Kota Kediri kembali bergerak naik

RRI.CO.ID, Kediri - Akhir Agustus 2026, harga telur ayam ras warna cokelat di pasar tradisional Kabupaten Kediri kembali bergerak naik. Harga komoditas dapur wajib ini kini menyentuh Rp22.000 per kilogram.

Angka tersebut naik Rp1.000 dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp21.000/kg. Kenaikan ini cukup menarik perhatian ibu-ibu dan pedagang eceran yang setiap hari berbelanja di pasar. Namun sejauh ini belum ada gejolak berarti dari sisi permintaan.

Pada Minggu, 30 Agustus 2026, pedagang telur ayam ras di Kediri, Tari mengaku kenaikan harga tidak terlalu berdampak pada pembelian masyarakat.

"Pembeli tetap ada seperti biasa. Mungkin karena kenaikannya tidak terlalu tinggi dan kebutuhan telur memang tidak bisa ditunda," ujar Tari.

Menurutnya, faktor utama yang membuat pasar tetap stabil adalah pasokan yang aman. Distribusi dari peternak ke pasar berjalan lancar sehingga stok tidak pernah kosong.

Ia menyebut, salah satu penyuplai terbesar di Kediri adalah CV Wardana Jaya Abadi yang berlokasi di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Meskipun cuaca belakangan tidak menentu, produksi di kandang tersebut justru cenderung stabil. Rata-rata telur yang dihasilkan mencapai 2 kuintal setiap hari.

"Alhamdulillah produksinya lancar. Setiap hari 2 kuintal itu selalu habis, apalagi yang beli kebanyakan pedagang eceran," kata Tari.

Di sisi lain, kenaikan harga bahan pokok juga dirasakan pelaku usaha kuliner. Namun tidak semua langsung menaikkan harga jual ke konsumen.

Hadi, pemilik warung makan di Kota Kediri, memilih untuk tetap mempertahankan harga menu dagangannya.

"Kalau dinaikkan terus, nanti pembeli lari. Di kondisi ekonomi seperti sekarang, saya pilih ambil untung tipis tapi dagangan tetap laku," kata Hadi.

Hadi melanjutkan, menjaga kualitas rasa menjadi prioritas agar pelanggan tidak kecewa meskipun margin keuntungan sedikit dikurangi. Dengan strategi itu, ia berharap omzet usahanya tetap bisa mencapai target minimal dan tetap ada pemasukan untuk kebutuhan keluarga.

Hingga sekarang, para pedagang berharap harga telur tidak terus naik. Stabilitas harga dinilai penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan roda ekonomi di Kediri tidak terganggu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....