Tengkulak: Musuh Petani atau Mata Rantai Ekosistem Perdagangan yang Masih Relevan

  • 09 Sep 2026 22:58 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri – Bagi sebagian orang pelaku pertanian, berbicara soal tengkulak menjadi pembahasan klasik dalam dunia pertanian. Terkadang tengkulak masih sering dicap sebagai musuh petani, karena dinilai sebagai pihak yang sering mengeksploitasi dan merugikan petani.

Namun, jika dilihat dari rantai ekosistem perdagangan, peran tengkulak jauh lebih kompleks dan sering menjadi penyelamat instan bagi para petani dan dianggap masih relevan. Tengkulak menjadi penghubung antara produsen yaitu petani untuk menjual hasil produksinya sampai kepada tangan konsumen.

Dalam kesempatan Dialog Pagi RRI Kediri, Rabu, 09 September 2026, Ir. Soekam Parwadi Direktur Paskomnas Indonesia menjelaskan peran tengkulak sangat penting bagi petani jika dilihat dari sisi ekonomi mikro.

“Coba kita tidak mempersepsikan bahwa tengkulak musuh petani, dia juga bisa menjadi sahabat petani dengan perannya yang begitu besar. Dilihat dari mata rantai awal perdagangan ditingkat petani bagaimana hasil panennya harus sampai ke tangan konsumen dengan harga yang baik. Mata rantai perdagangan itu harus terjadi, cuma yang harus dibangun untuk meningkatkan pendapatan petani, membuat harga ditingkat pengecer tidak terlalu tinggi, itu bagaimana cara membuat mata rantai itu efisien. Sehingga barang dari petani bisa dijangkau konsumen tidak melalui mata rantai yang panjang. Disinilah letak peran tengkulak sesungguhnya. ” ujar Soekam sapaan akrabnya.

Ia juga menyampaikan untuk mencapai mata rantai yang efisien itu memang ada beberapa hal yang harus dipenuhi, petani idealnya fokus dan paham pada budidaya, membawa hasil panennya ke pasar sendiri dan menjualnya sendiri namun keahlian multitalenta itu tidak banyak dimiliki oleh petani lainnya. Petani juga tidak memiliki waktu untuk merangkap menjadi seorang pedagang, karena dunia perdagangan itu dapat merubah uang dalam waktu singkat.

Agar hasil panen dapat diterima oleh pelanggan agar nantinya petani mendapatkan uang, dibutuhkan pelanggan, mempelajari sertifikasi produk yang disukai oleh pelanggan, strategi harga, strategi pemasaran. Itulah yang tidak bisa dilakukan oleh seorang petani.

“Maka disitulah letak dari peran tengkulak untuk dapat menjual hasil produksi petani agar dapat diterima ditangan pelanggan. Butuh yang nama kejujuran bagi tengkulak agar nantinya juga tidak merugikan petani dengan cara memainkan harga sesungguhnya.” ungkapnya.

Kunci hubungan baik antara petani dan tengkulak agar nantinya dapat saling menguntungkan adalah kejujuran. “Hubungan antara petani dan tengkulak agar bisa baik dan saling menguntungkan adalah kejujuran. Petani jujur, tengkulak jujur, pedagang pasar juga jujur. ” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....